28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Usulkan Pelantikan di Simpang Lima

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

SEMARANG – Pelantikan kepala daerah hasil pilkada serentak 21 kabupaten/kota se-Jawa Tengah diagendakan akan dipusatkan di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sri Puryono. Rencana tersebut sudah dikonsultasikan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

”Bagi kepala daerah yang terpilih dan tidak bermasalah, bisa segera dilantik. Dalam arti tidak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK),” ucapnya. Sri mengatakan, izin pelantikan para kepala daerah bisa dilaksanakan secara kolektif. Hal itu dikarenakan konsep kolektif lebih menghemat anggaran. Jika memang pelaksanaan tersebut dikabulkan Mendagri, maka pihaknya mengusulkan digelar seperti Pesta rakyat di Lapangan Simpang Lima. ”Nanti biar dipercepat konsultasinya, sehingga ada jawaban. Kami harap dilantik secepatnya, karena kalau dilantik Juni, itu terlalu lama,” tandasnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Joko Purnomo menjelaskan, saat ini belum ada kepastian dari Kemendagri mengenai detail pelaksanaan pelantikan. Termasuk waktu dan tempat pelantikan. Hanya saja, dia mendapat bocoran jika pelantikan akan digelar pertengahan Februari mendatang.

Tapi dia tidak cukup yakin, pelantikan bisa dilakukan serentak. Sebab, masih ada empat daerah dengan lima pasangan yang masih melakukan proses hukum terkait gugatan Pilkada di MK. Yaitu pasangan calon kepala daerah Kabupaten Pekalongan Riswadi-Nurbalistik, Kabupaten Pemalang Mukti Agung Wibowo-Afifudin, serta pasangan Agus Fatchur Rahman-Djoko Suprapto di Kabupaten Sragen. Di Pemalang, ada dua pasangan calon yakni Mukti Agung Wibowo-Afifudin, serta Muhammad Arifin-Romi Indiarto.

”Serentak itu kan seharusnya bareng-bareng. Tapi kenyataannya masih ada beberapa daerah yang belum clear. Apakah nanti bisa dilaksanakan serentak dan dipusatkan di Simpang Lima, masing-masing kabupaten/kota, atau justru di Jakarta, sampai sekarang belum ada keputusan,” pungkasnya. (amh/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -