DITUNDA: Sidang tuntutan atas terdakwa Suhantoro di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (19/1) kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITUNDA: Sidang tuntutan atas terdakwa Suhantoro di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (19/1) kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITUNDA: Sidang tuntutan atas terdakwa Suhantoro di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (19/1) kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITUNDA: Sidang tuntutan atas terdakwa Suhantoro di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (19/1) kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Ditunda majelis hakim, tuntutan terhadap mantan Kepala UPTD Kasda pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Suhantoro yang menjadi terdakwa atas kasus suap dan gratifikasi atas hilangnya dana Kas Daerah (Kasda) Pemkot Semarang senilai Rp 22,7 miliar di BTPN Cabang Pandanaran Semarang terpaksa ditunda. Lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Semarang menyatakan belum siap di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (19/1) kemarin.

”Mohon izin majelis, karena tuntutan belum siap, kami minta waktu untuk menyusun dan menunda sidang,” kata JPU, Zahri Aeniwati di hadapan majelis hakim yang dipimpin, Torowa Daeli.

Oleh majelis hakim, sidang ditunda hingga 26 Januari mendatang. ”Sidang ditunda. Kami perintahkan terdakwa kembali ke tahanan,” kata Hakim Torowa menutup sidang.

Sebelumnya terungkap fakta bahwa Suhantoro menerima suap sebesar Rp 152,4 juta yang diterima dari tersangka Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK) yang juga mantan karyawan BTPN Cabang Pandanaran.