Pembebasan Lahan Capai 92 Persen

93
Muhammad Ngainirrichard. (dok)

SEMARANG – Pembangunan jalan tol Semarang-Solo terus dikebut. Saat ini, pembebasan lahan di seksi III Bawen-Salatiga sudah mencapai 92 persen. Direktur Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ) Arie Irianto menjelaskan, pembebasan lahan menjadi kendala utama percepatan proyek tol ini.

”Memang seharusnya sudah clear 2015 lalu. Tapi kenyataannya terkendala pembebasan lahan, terutama tanah kas desa,” paparnya. Kendala itulah yang membuat pembangunan fisik di seksi tersebut baru mencapai 18,53 persen. Jika pembebasan lahan tidak ada masalah, Arie yakin saat ini progres fisik sudah di angka 27 persen, sesuai target yang ditentukan.

Meski begitu, pihaknya optimistis, pada Lebaran, ruas seksi III sepanjang 17 km ini bisa digunakan meski masih minim fasilitas. Sebab, menurut target, September baru uji coba kelayakan, dan November sudah bisa dibuka untuk umum. ”Tapi dengan catatan, cuaca mendukung dan stok material bangunan terpenuhi. Saat ini, material beton agak seret karena rebutan dengan proyek lain,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono mengatakan, terjadi signifikansi pembebasan lahan meski tidak sesuai target awal. Sebab, masih ada lahan kas desa yang belum tergantikan, serta adanya lahan tanah warisan yang masih bersengketa. ”Butuh tenaga yang ekstra untuk mengganti tanah kas desa, karena benturan undang-undang. Lainnya hanya sedikit seperti tanah warisan yang sertifikatnya belum kelar,” terangnya.

Pembebasan lahan kas desa diakui cukup rumit lantaran harus menyesuaikan nilai tanah. Kini, Sri tengah berkonsultasi ke Pemerintah Pusat, apakah lahan kas desa bisa diganti di luar desa. ”Semoga proyek tol Semarang-Solo tetap bisa jadi tahun ini. Lebaran tetap bisa dibuka sementara,” harapnya. (amh/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here