PEDULI: Anggota FMM-KIA Kota Semarang saat mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. (FMM-KIA KOTA SEMARANG FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Anggota FMM-KIA Kota Semarang saat mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. (FMM-KIA KOTA SEMARANG FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Anggota FMM-KIA Kota Semarang saat mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. (FMM-KIA KOTA SEMARANG FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Anggota FMM-KIA Kota Semarang saat mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. (FMM-KIA KOTA SEMARANG FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

Angka kematian ibu dan anak di Kota Semarang masih relatif tinggi. Hal ini membuat prihatin Forum Masyarakat Madani Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FMM-KIA). Aktivis forum ini pun gencar melakukan penyuluhan kesehatan ibu dan anak. Seperti apa?

AHMAD FAISHOL

FMM-KIA adalah forum masyarakat yang terbentuk dari gabungan berbagai ormas, organisasi profesi, dan LSM yang memiliki satu visi untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Karena terdiri atas berbagai unsur masyarakat, keanggotannya bersifat cair dan independen. Namun tidak mengurangi tujuan utama pembentukan forum tersebut.

”Nilai-nilai yang dianut dalam forum ini antara lain nonpartisan, profesional, transparansi, keseteraan dan keadilan gender, kerelawanan, egaliter, dan partisipasi,” ungkap Wakil Ketua FMM-KIA Kota Semarang AM Jumai kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (15/1).