CEGAH HIV/AIDS: Tari Batik dari pelajar SMAN 5 Semarang turut meramaikan Youth Campaign mengenai AIDS dan HIV, Jumat (15/1). Acara tersebut diikuti 670 siswa dari Kota Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH HIV/AIDS: Tari Batik dari pelajar SMAN 5 Semarang turut meramaikan Youth Campaign mengenai AIDS dan HIV, Jumat (15/1). Acara tersebut diikuti 670 siswa dari Kota Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH HIV/AIDS: Tari Batik dari pelajar SMAN 5 Semarang turut meramaikan Youth Campaign mengenai AIDS dan HIV, Jumat (15/1). Acara tersebut diikuti 670 siswa dari Kota Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH HIV/AIDS: Tari Batik dari pelajar SMAN 5 Semarang turut meramaikan Youth Campaign mengenai AIDS dan HIV, Jumat (15/1). Acara tersebut diikuti 670 siswa dari Kota Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kasus HIV/AIDS mulai merambah ke remaja. Terbukti, 30 persen dari total kasus HIV/AIDS hingga akhir 2015 penderitanya berusia remaja. Kekhawatiran rusaknya generasi bangsa ini membuat SMAN 5 Semarang menggelar kampanye remaja untuk menanggulangi HIV/AIDS di kalangan pelajar.

”Dari 1.800 kasus yang ditemukan, 30 persennya dialami remaja. Karena itu, kami coba menjadi pelopor penanggulangan HIV/AIDS di kalangan pelajar,” ucap Kepala SMAN 5 Titi Priyatiningsih di sela kampanye bertajuk ”Kita Hebat Berani Beraksi”, di lapangan sekolah setempat, Jumat (15/1).

Dijelaskannya, sekolah yang menjadi bagian dari kelompok remaja di bawah bendera Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Jawa Tengah ini akan membuat program-program untuk menjauhkan pelajar dari virus tersebut. Memberikan pemahaman dan pengetahuan lewat beberapa langkah, seperti seminar atau aksi menolak HIV/AIDS.