SEMARANG – Moratorium perubahan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah dilakukan sejak 1 Agustus 2013, resmi diperpanjang hingga waktu yang belum ditentukan. Menyusul adanya keputusan dari presiden, setelah melihat banyaknya persoalan dalam proses perpindahan tersebut.

”Sifatnya penghentian sementara. Persoalannya antara lain karena masalah dari sistem pengangkatan yang masih belum rampung,” kata Koordinator Kopertis VI Jawa Tengah, DYP Sugiarto saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kantornya, Rabu (13/1).

Proses pengangkatan tersebut menjadi masalah karena banyak dosen yang mengabdi di PTN yang dulunya PTS, sehingga status kejelasan kepegawaiannya masih belum ditentukan.

Sugiarto juga menegaskan, jika perpanjangan moratorium tersebut bukan dikarenakan temuan dari Kemenristek Dikti beberapa waktu lalu terkait dengan banyaknya PTS yang dipidanakan karena melakukan kecurangan.

”Lebih ke persoalan perpindahan yang statusnya sudah PTN, namun komponen belum selesai. Persoalan kepegawaian belum selesai mutasinya dari PTS menjadi PTN,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Kopertis VI, sebanyak 2 PTS di Jateng telah berubah bentuk menjadi PTN. Di antaranya Untidar dan Politeknik Cilacap. ”Untuk dosen PNS tidak masalah. Sedangkan yang menjadi masalah adalah dosen swasta, karena sekarang yayasannya sudah tidak ada,” katanya.

Dijelaskan juga, proses perubahan PTS menjadi PTN bukan melalui pihak Kopertis VI. Melainkan dari PTS yang bersangkutan mengajukan langsung ke Kementerian Dikti.

Ia juga menegaskan status Politeknik Negeri Maritim (Polimarin) Semarang yang kini menjadi PTN, bukan merupakan perubahan bentuk dari yang sebelumnya merupakan PTS. ”Tidak ada regulasi yang menyatakan perubahan PTS ke PTN tidak melalui kopertis,” katanya.