Urip Sihabudin (Radar semarang files)
Urip Sihabudin (Radar semarang files)
Urip Sihabudin (Radar semarang files)
Urip Sihabudin (Radar semarang files)

SEMARANG – Pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah tergolong kurang efektif. Pada 2015 kemarin, target pengentasan 7,8-7,6 persen belum tercapai. Saat ini angkanya masih tembus 13,3 persen. Target itu kemudian diturunkan menjadi Rp 10,4-9,4 persen hingga 2018 mendatang.

”Secara realistis, pemerintah akan memangkas paling tidak 3 persen sampai 2018. Ini bukan angka kecil karena 3 persen itu sudah sekitar 1,1 juta jiwa,” jelas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah Urip Sihabudin.

Agar target itu tercapai, beban tugas akan dibagi-bagi ke masing-masing kabupaten/kota. Seperti jaminan kesehatan bagi warga miskin, perbandingannya 60:40 antara kabupaten/kota dan provinsi. Sementara pemberian bantuan bagi penghuni rumah tidak layak huni (RTLH), 50 persen ditanggung kabupaten/kota, 20 persen ditanggung provinsi, dan sisanya pemerintah pusat.