TINGKATKAN KEMAMPUAN: Para siswa dan santri Ponpes Raden Sahid usai berlatih jurnalistik kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TINGKATKAN KEMAMPUAN: Para siswa dan santri Ponpes Raden Sahid usai berlatih jurnalistik kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TINGKATKAN KEMAMPUAN: Para siswa dan santri Ponpes Raden Sahid usai berlatih jurnalistik kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TINGKATKAN KEMAMPUAN: Para siswa dan santri Ponpes Raden Sahid usai berlatih jurnalistik kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

Di pondok kecil depan kuburan/Aku mencari segala keberkahan/Suka dan duka aku rasakan/Demi mencari ridlomu Ya Rahman

Alquran dan Hadis aku pelajari/Lewat para ulama juga para kiai/Ilmu manfaat yang aku cari/Untuk bekal hidup dihari nanti

Di sini jauh dari orang tua/Yang aku rindu yang aku cinta/Hanya Do’amu ayah bunda/Menyertaiku selama-lamanya

WAHIB PRIBADI, Demak

ITULAH penggalan lagu mars yang dilantunkan para santri Ponpes Raden Sahid setiap ada kegiatan di lembaga pendidikan kegamaan tersebut. Ya, Ponpes Raden Sahid yang terletak di Dukuh Sampang, Desa Mangunan Lor, Kecamatan Kebonagung ini memang terasa lain daripada yang lain. Ponpes yang didirikan Kiai Nurkhamid ini selain menjadi jujukan nyantri para remaja di daerah sekitar juga memiliki misi mulia, yakni menampung anak jalanan, marginal atau dimarginalkan dan terlantar lantaran orang tua mereka bercerai atau bekerja menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri.

Mereka pun disekolahkan gratis serta dibekali keterampilan life skill. Diantaranya, keterampilan menulis dan ilmu jurnalistik. Selain itu, mereka juga diberi keterampilan membuat tahu serta tekhnik perbengkelan. Ponpes yang berada di pelosok kampung dan tepat berada di depan pemakaman umum desa setempat ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan para santrinya. Bahkan, ponpes tersebut menjadi salah satu tempat penelitian mahasiswa, termasuk dari mahasiswa S3 doktoral asal Jepang yang melakukan penelitian di Indonesia. Ponpes Raden Syahid terus berkembang pesat setelah dibentuk Yayasan yang menaungi lembaga pendidikan keagamaan tersebut, tepatnya pada 17 September 2006.