DIMINATI: Calon peserta BPJS TK tengah mencari tahu mengenai layanan BPJS TK di Atrium Pusat Perbelanjaan Sri Ratu Jalan Pemuda beberapa waktu lalu. (IST)
DIMINATI: Calon peserta BPJS TK tengah mencari tahu mengenai layanan BPJS TK di Atrium Pusat Perbelanjaan Sri Ratu Jalan Pemuda beberapa waktu lalu. (IST)
DIMINATI: Calon peserta BPJS TK tengah mencari tahu mengenai layanan BPJS TK di Atrium Pusat Perbelanjaan Sri Ratu Jalan Pemuda beberapa waktu lalu. (IST)
DIMINATI: Calon peserta BPJS TK tengah mencari tahu mengenai layanan BPJS TK di Atrium Pusat Perbelanjaan Sri Ratu Jalan Pemuda beberapa waktu lalu. (IST)

SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) terus berupaya memberikan perlindungan penuh kepada para pekerja. Khusus di tahun ini, BPJS TK fokus pada pengembangan peserta bukan penerima upah (BPU) atau pekerja informal.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Tengah dan DIY Achmad Hafiz, mengatakan, saat ini pangsa pasar tenaga kerja prosentasenya sekitar 70 persen untuk informal dan 30 persen untuk formal. “Dengan pangsa pasar ini, kami menargetkan kenaikan jumlah peserta BPU ditahun ini, hingga 20 persen dibanding tahun lalu,” jelas Achmad Hafiz di sela acara BPJS Ketenagakerjaan Goes To Trade Center di Atrium Pusat Perbelanjaan Sri Ratu Jalan Pemuda beberapa waktu lalu.

Tepatnya, hingga saat ini total peserta BPJS TK dari BPU se-Jateng dan DIY, ada sebanyak 112 ribu yang keluar masuk. Sedangkan untuk peserta BPU BPJS TK Jateng dan DIY yang aktif ada sebanyak 22 ribu.