KENDAL—Memasuki musim penghujan, banyak warga terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Terbukti jumlah pasien di sejumlah rumah sakit di Kendal meningkat sejak awal Desember tahun lalu.

Penyebabnya diduga akibat curah hujan tinggi yang memicu genangan air sehingga menjadi tempat kembang biak jentik nyamuk aedes aegypti. selain itu lingkungan yang kotor menjadi tempat tinggal nyaman bagi nyamuk.

Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri, Farid Hermawan menyatakan pasien DBD mengalami peningkatan drastis sejak awal Desember lalu. Hingga saat ini terhitung ada sekitar 30 pasien penderita DB. “Pasien DB kebanyakan anak-anak, banyak berasal dari Kecamatan Brangsong, Rowosari, Cepiring dan Patebon. Untuk daerah atas, ya ada tapi masih jarang. Malah rata-rata dari wilayah Kendal bawah,” katanya, Minggu (3/1).

Dokter anak RSI Weleri, Kendal Dwi Laksmi mengatakan, ada peningkatan jumlah pasien demam berdarah di bulan Desember dan Januari 2016 ini dibandingkan bulan November. Makanya ia mengimbau untuk melakukan pencegahan dengan membiasakan 3M. Yakni Menutup tempat penampungan air, menguras tempat-tempat penampungan air dan Mengubur tempat-tempat yang dapat menjadi tempat penampungan air. “Sebab nyamuk berkembang biak di air yang menggenang dan tidak mengalir. Jika terjadi demam yang tidak turun-turun, segera periksakan ke dokter atau puskesmas terdekat,” jelasnya.

Sebab, rata-rata pasien yang ditanganinya sudah terlambat di bawa ke rumah sakit. Yakni ditandai dengan panas yang sudah turun. Padahal, kondisi itu justru berbahaya, karena demam akan kembali naik dan pasien masuk masa kritis.

Yeni, 38, yang memeriksakan anaknya Muhamad Arya Saputra 9, pasien yang terkena DB mengaku jika awalnya putranya mengeluhkan kepala pusing. Gejala tersebut disertai dengan demam tinggi hingga berhari-hari.“Sudah di periksakan ke dokter dan diberi obat penurun panas. Tapi selama dua hari panas naik tidak turun-turun. Pada hari ketiga tidak panas namun wajah kelihatan pucat. Setelah di periksakan lagi di suruh periksa darah namun hasilnya tombosit menurun,” jelasnya. (bud/zal)