PENYERAHAN BANTUAN : Kasubag TU Balai Pengembangan Cadangan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Samlawi menyerahkan bantuan beras secara simbolis yang diterima Kepala Bapermasper Kota Salatiga, KB dan KP, Afif Zufroningdyah, SH MM, Rabu (29/12) kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYERAHAN BANTUAN : Kasubag TU Balai Pengembangan Cadangan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Samlawi menyerahkan bantuan beras secara simbolis yang diterima Kepala Bapermasper Kota Salatiga, KB dan KP, Afif Zufroningdyah, SH MM, Rabu (29/12) kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYERAHAN BANTUAN : Kasubag TU Balai Pengembangan Cadangan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Samlawi menyerahkan bantuan beras secara simbolis yang diterima Kepala Bapermasper Kota Salatiga, KB dan KP, Afif Zufroningdyah, SH MM, Rabu (29/12) kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYERAHAN BANTUAN : Kasubag TU Balai Pengembangan Cadangan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Samlawi menyerahkan bantuan beras secara simbolis yang diterima Kepala Bapermasper Kota Salatiga, KB dan KP, Afif Zufroningdyah, SH MM, Rabu (29/12) kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA-Sebanyak 480 kepala keluarga (KK) yang tidak mampu di Kota Salatiga melalui Pemkot Salatifa, mendapatkan bantuan beras sebanyak 4,035 ton dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Bantuan diserahkan oleh Kasubag TU Balai Pengembangan Cadangan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Samlawi dan diterima Kepala Bapermasper Kota Salatiga, KB dan KP, Afif Zufroningdyah, SH MM, Rabu (29/12) kemarin.

Beras langsung didistribusikan ke empat kecamatan di Kota Salatiga dengan masing-masing kecamatan mendapatkan sekitar 1 ton. Selanjutnya dibagi ke masing-masing kelurahan dan tiap KK.

Menurut Kepala Bidang Ketahanan Pangan Bapermasper, KB dan KP, Bambang Ari Nugroho, bantuan tersebut berbeda dengan raskin/rasta. Jika raskin/rasta dikenai biaya, bantuan ini diberikan kepada masyarakat secara gratis. Bantuan beras diberikan kepada KK yang tidak mampu dan tidak mendapatkan jatah raskin/rasta. “Hal ini merupakan bentuk intervensi yang dilakukan oleh Pemprov Jateng agar tidak terjadi kerawanan pangan di Kota Salatiga,” katanya.

Sebelumnya pada Mei lalu, imbuhnya, Bapermasper, KB dan KP telah membuat peta kerawanan pangan Kota Salatiga. Hasilnya, terdapat beberapa daerah yang masuk ke dalam zona kuning dan merah. “Oleh karenanya bantuan pangan ini dibutuhkan agar kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi,” lanjut Bambang.