Terpisah, Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Pertambangan dan Energi (DPUPPE) Pemkab Demak, Sutiyono mengungkapkan, keberadaan waduk Jragung memang sangat dibutuhkan para petani diwilayah Karangawen, Mranggen dan Guntur. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, visibility studi (VS) dan detail engineering design (DED) waduk Jragung telah selesai. Karena itu, tinggal menunggu realisasi pembangunan fisik waduk tersebut. “VS dan DED sudah jadi. Dan, pembangunan waduk Jragung sudah masuk pada program jangka pendek Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pemali Juwana. Realisasi pembangunan antara 2016 hingga 2018 mendatang,” ujar Sutiyono, kemarin.

Sedianya Waduk Jragung dibangun di wilayah Pringapus, Kabupaten Semarang. Saat ini, kata dia, rencana pembangunan fisik biasanya dihadapkan pada persoalan pembebasan lahan disepanjang aliran air waduk, termasuk arela yang melalui lahan Perhutani. Menurutnya, bila waduk Jragung sudah dibangun, maka dapat difungsikan untuk pengendali banjir diwilayah Demak, utamanya di Kecamatan Karangawen, Mranggen dan Guntur. Selain itu, dapat dimanfaatkan untuk saluran irigasi bidang pertanian diwilayah tersebut. “Setidaknya, waduk Jragung dapat mengcover areal pertanian seluas 4.053 hektare,” katanya.

Cawabup Joko Sutanto menambahkan, pihaknya turut mendorong pembangunan Waduk Jragung tersebut. “Sebab, tanpa ada waduk Jragung itu, saluran irigasi di Demak selatan akan terus terganggu dan berdampak terlambat tanam terus,” ujarnya. (hib/zal)