KELILING INDONESIA- Wijianto (bertopi dan celana pendek loreng) jalan kaki keliling Indonesia untuk mengkampanyekan pencegahan HIV/AIDS. Sampai di Kabupaten Semarang, Wijianto dikawal beberapa penggiat HIV/AIDS berjalan melintas di depan lokalisasi Tegalpanas, kawasan Bergas. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
KELILING INDONESIA- Wijianto (bertopi dan celana pendek loreng) jalan kaki keliling Indonesia untuk mengkampanyekan pencegahan HIV/AIDS. Sampai di Kabupaten Semarang, Wijianto dikawal beberapa penggiat HIV/AIDS berjalan melintas di depan lokalisasi Tegalpanas, kawasan Bergas. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

ORANG dengan HIV/AIDS (ODHA), Wijianto, 33, warga Pasar Rumput, DKI Jakarta yang melakukan kampanye pencegahan HIV/AIDS dengan berjalan kaki keliling Indonesia, Sabtu (19/12) kemarin masuk wilayah Kabupaten Semarang. Di kabupaten yang memiliki tempat prostitusi terbesar di Jawa Tengah ini, Wijianto disambut sejumlah penggiat HIV/AIDS.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Wijianto bercerita, dirinya mulai divonis mengidap HIV sejak tahun 2011. Virus tersebut masuk ke dalam tubuh penjual bakso keliling itu dari jarum suntik saat mengkonsumsi narkoba. Praktis, Wijianto langsung syok berat, pun dengan istri, anak dan kedua orang tuanya. Istrinya mengajukan cerai karena takut tertular. Sejak saat itu Wijianto berusaha sekuat tenaga untuk dapat bertahan dari virus yang menggerogoti kekebalan tubuhnya.

“Saya terus berupaya untuk kuat dengan menjalani terapi obat ARV yang rutin diminum setiap hari. Selain itu saya juga berupaya untuk sosialisasi kepada masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap ODHA,” kata Wijianto ditemui disela-sela peringatan hari AIDS sedunia yang digelar di lapangan kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang di Bergas.