26 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Hakim Singgung Keterlibatan Kadisdik

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi'...

Ultra Super

Dunia listrik Indonesia memasuki era baru --era unit 1.000 MW. Bulan depan, Oktober. Itulah era teknologi ultra super critical. Itulah pembangkit terbesar yang...

”Terdakwa, Kepala Dinas pendidikannya tahu tidak penyimpangan ini?. Kalau terlibat ngomong terlibat, nanti buka-bukaan yah.”
Majelis Hakim Gatot Susanto

MANYARAN – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kendal, Muryono diduga kuat terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pengerjaan dan pengadaan alat praktik peraga Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal tahun 2012 yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 1,7 miliar. Keterlibatan tersebut semakin kuat ketika ketua majelis hakim pemeriksa, Gatot Susanto meminta para terdakwa pada sidang pemeriksaannya agar buka-bukaan apabila ada keterlibatan Muryono selaku Kadisdik di Pengadilan Tipikor Semarang.

Hal itu disampaikan dalam sidang pemeriksaan saksi atas terdakwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, yakni Mantan Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal; Suciptono MPd bin Sudarjo, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Kabupaten Kendal juga ketua panitia pengadaan; Drs Sudar Yasrodji, Guru SMKN 2 Kabupaten Kendal juga sekretaris pengadaan; Agus Winoto. ”Terdakwa, Kepala Dinas pendidikannya tahu tidak penyimpangan ini?. Kalau terlibat ngomong terlibat, nanti buka-bukaan yah,” tanya hakim, Gatot kepada para terdakwa di persidangan diiyakan oleh para terdakawa, kemarin.

Gatot juga bertanya ke jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Jateng apakah Kadinas Pendidikan sudah menjadi tersangka, oleh JPU menjawab bahwa Muryono belum menjadi tersangka. ”Belum yang mulia,” jawab JPU, Slamet Widodo.

Bahkan, hakim Gatot menilai secara logika pemerintah tidak mungkin memberikan bantuan sekolah yang jelek, namun pelaksana pekerjaan malah ditemukan menggunakan dan memberikan barang yang tidak-tidak. Bahkan majelis hakim heran yang menerima barang bantuan justru sebagian barang dalam keadaan rusak. ”Ini yang menerima barang kok udah rusak bagaimana?. Nyolong kok kebangetan, ini kan untuk anak-anak kita juga,” tanya Gatot terheran kepada para saksi yang dihadirkan di persidangan.

Gatot juga heran karena barang bantuan yang diterima penerima barang tidak layak semua. Untuk itu, Gatot meminta JPU menghadirkan lagi penyedia barang, bahkan Gatot menyarankan agar penyedia barang, Abdul Muin dan Subur dijadikan tersangka atau terdakwa. ”Jaksa sidang selanjutnya penyedia barang dipanggil lagi ya. Kalau perlu dijadikan terdakwa. Abdul Muin dan Subur layak jadi tersangka, bagaimana tidak dalam keterangan sebelumnya mengatakan barang layak tapi kenyataannya barang yang diterima sekolah sudah rusak,” sebut Gatot.

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal berencana melakukan kegiatan pengadaan alat praktik peraga/ praktik sekolah pada 2012. Untuk kegiatan itu, Pemerintah Kabupaten Kendal mengucurkan anggaran senilai Rp 6,3 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012. (jks/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Kota Tangguh

Oleh: Djawahir Muhammad PERTENGAHAN April 2016 lalu, Kota Semarang memperoleh penghargaan sebagai Kota Tangguh dari Rockefeller Foundation, yayasan nirlaba dari Amerika Serikat yang bergerak...

Dua Mobil Dinkes Kudus Jadi Korban Pecah Kaca

DEMAK- Aksi pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil kembali terjadi di jalan raya Pantura Demak, tepatnya di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Demak, Jalan...

Kru Angkot Masih Kurang Disiplin

SALATIGA-Masih banyak angkutan umum yang tidak disiplin, sembarangan berhenti di tikungan, di bawah rambu larangan serta menaikkan dan menurunkan penumpang yang ditempat yang kurang...

JPU Minta Istri Sujadi Tetap Beri Kesaksian

MANYARAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang tetap berharap saksi Suprih Ngiatiwi, Bendahara Pengeluaran yang juga istri terdakwa Sujadi bisa memberikan kesaksian...

More Articles Like This