SEMARANG – Kontingen Judo Jateng gagal menambah medali emas dan hanya menambah tiga medali perak di ajang Kejurnas Judo yang berakhir Minggu (13/12) di Gedung Bika Soka Bandung.Total Jateng membawa pulang dua emas, tiga perak dan satu perunggu.

Tambahan tiga perak di kejurnas yang merupakan poin untuk lolos PON XIX 2016 tersebut, disumbangkan oleh Sinta Kusuma di kelas 78 kg. Di partai final, dia kalah oleh eks atlet pelatnas Raisa dari Jabar. Kemudian Desi Yudianti kelas -78 kg yang kalah dari Vika (Jatim) yang juga jebolan pelatnas. Satu lagi perak atas nama Galih Adi kelas -81 yang kalah dari Ilham dari Jabar.

”Anak-anak sudah menunjukkan permainan terbaik. Namun, lawan yang dihadapi memang lebih berpengalaman. Karena itu, perjuangan para pejudo Jateng tetap kami apresiasi,” terang Manajer Tim Judo Jateng, Anton Nikijuluw, kemarin.

Sementara itu di hari sebelumnya, Jateng sudah mendapatkan dua emas, satu perunggu. Emas disumbangkan pasangan Sintia Trubus dan Liegrace Nathalie yang turun di nomor na ge no kata putri. Poin keduanya mampu mengungguli pasangan Jatim Ita Rahmawati dan Novita Wulandari.

Satu emas Jateng lainnya disumbangkan pejudo senior Christian Hadi yang turun di kelas pertarungan 66kg putra. Adapun satu medali perunggu Jateng disumbangkan Maria Inche di kelas 48kg putri.

Pada kejurnas tersebut, Jateng berada di peringkat ketiga di bawah Jabar dan DKI Jakarta. Tuan rumah mendulang lima emas, sedangkan DKI meraih empat emas. Untuk menentukan lolos tidaknya di PON XIX/Jabar 2016, dihitung berdasarkan total poin pejudo dalam mengikuti kejurnas dalam tiga tahun terakhir. ”Jadi kejurnas di Bandung, merupakan tahap terakhir Pra-PON yang sudah dilakukan sejak 2012 lalu. Kini, kami masih menunggu siapa saja yang berhak tampil di Jabar. Nantinya akan diurutkan berdasarkan peringkat,” sambung Anton yang juga Wakil Ketua Bidang Pertandingan PJSI Jateng itu.

Di kejurnas terakhir, Jateng berkekuatan 17 pejudo. Sebanyak 11 di antaranya merupakan pejudo Pelatda. Sedangkan sisanya penjudo yunior yang sebagian dari atlet Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng. Mereka ditangani dua pelatih yakni Sutarto asal Wonogiri dan Lita Theresia (Semarang).

Hasil yang didapat lebih baik dibandingkan kejurnas sebelumnya di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dalam kejurnas bertajuk Kapolri Cup, Jateng hanya membawa pulang satu emas dan dua perunggu. (smu)