PENGHIJAUAN: Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto secara simbolis menanam pohon di kawasan Waduk Jatibarang, kemarin. (Humas for Jawa Pos Rase)
PENGHIJAUAN: Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto secara simbolis menanam pohon di kawasan Waduk Jatibarang, kemarin. (Humas for Jawa Pos Rase)
PENGHIJAUAN: Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto secara simbolis menanam pohon di kawasan Waduk Jatibarang, kemarin. (Humas for Jawa Pos Rase)
PENGHIJAUAN: Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto secara simbolis menanam pohon di kawasan Waduk Jatibarang, kemarin. (Humas for Jawa Pos Rase)

SEMARANG – Pemkot Semarang menggelar Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tingkat Kota Semarang yang dilaksanakan di Waduk Jatibarang, Kecamatan Gunungpati, Jumat (11/12). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Pj Wali Kota Tavip Supriyanto ini diikuti kurang lebih 600 peserta yang terdiri atas TNI, Polri, PNS, PKK, petani, serta organisasi masyarakat.

Ketua panitia HMPI, Rusdiana, mengatakan, sebanyak 3.010 tanaman yang terdiri atas 1.750 tanaman kayu dan 1.760 tanaman bambu ditanam secara serentak di lahan seluas 13.5 hektare, bersama dengan warga masyarakat.

Dengan mengangkat tema ”Ayo Kerja Tanam dan Pelihara untuk Hidup yang Lebih Baik” kegiatan ini diharapkan mampu ikut menghijaukan kawasan waduk Jatibarang sekaligus berfungsi sebagai green belt waduk.

Dalam peringatan hari menanam ini, lanjutnya, sejumlah lokasi sasaran menanam yang ditetapkan di antaranya lahan-lahan kritis, tanah telantar, kawasan rawan bencana dan kawasan perlindungan sekitar waduk dan sungai. ”Berdasar data luas hutan rakyat di Kota Semarang pada tahun 2014 adalah 8.631 hektare dengan didominasi pohon jati, sengon, dan mahoni yang dimanfaatkan oleh penduduk untuk pertanian tumpang sari,” ungkap Rusdiana.