PELAPOR GRATIFIKASI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima penghargaan pengendalian gratifikasi dari Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki. Penghargaan diberikan pada Puncak Peringatan Festival Antikorupsi 2015 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, kemarin. (Biro Humas Setda Jateng for Radar Semarang)
PELAPOR GRATIFIKASI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima penghargaan pengendalian gratifikasi dari Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki. Penghargaan diberikan pada Puncak Peringatan Festival Antikorupsi 2015 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, kemarin. (Biro Humas Setda Jateng for Radar Semarang)
PELAPOR GRATIFIKASI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima penghargaan pengendalian gratifikasi dari Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki. Penghargaan diberikan pada Puncak Peringatan Festival Antikorupsi 2015 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, kemarin. (Biro Humas Setda Jateng for Radar Semarang)
PELAPOR GRATIFIKASI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima penghargaan pengendalian gratifikasi dari Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki. Penghargaan diberikan pada Puncak Peringatan Festival Antikorupsi 2015 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, kemarin. (Biro Humas Setda Jateng for Radar Semarang)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dinilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil melakukan pengendalian gratifikasi dengan jumlah laporan gratifikasi terbanyak di 2015. Karenanya, KPK memberikan penghargaan khusus kepada Pemprov Jateng.

Penghargaan diberikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK Taufiequrachman Ruki kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada acara Puncak Peringatan Festival Antikorupsi 2015 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Kamis (10/12).

Dalam sambutannya, Pimpinan KPK itu membeberkan upaya KPK dalam memberantas korupsi masih seperti menggantang asap. Sebab, apabila dibukukan dalam Guinness Book of Record, Indonesia memegang rekor tertinggi soal korupsi.

”Komisi antikorupsi mana di dunia yang telah memenjarakan 19 gubernur, 54 bupati/ wali kota, 19 menteri dan hampir 60 orang anggota dewan. Prestasi yang luar biasa. Tapi terus terang sebagai bangsa Indonesia saya tidak bangga,” tandas pria yang akrab disapa Ruki itu.