BERKABUNG : Puluhan dokter di Pekalongan mengenakan pita hitam selama peringatan HKN ke-51 atas meninggalnya rekan sejawat sesama dokter saat bertugas di Maluku. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERKABUNG : Puluhan dokter di Pekalongan mengenakan pita hitam selama peringatan HKN ke-51 atas meninggalnya rekan sejawat sesama dokter saat bertugas di Maluku. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERKABUNG : Puluhan dokter di Pekalongan mengenakan pita hitam selama peringatan HKN ke-51 atas meninggalnya rekan sejawat sesama dokter saat bertugas di Maluku. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERKABUNG : Puluhan dokter di Pekalongan mengenakan pita hitam selama peringatan HKN ke-51 atas meninggalnya rekan sejawat sesama dokter saat bertugas di Maluku. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Puluhan dokter di Pekalongan mengenakan pita hitam selama peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 Kamis (12/11) kemarin. Hal tersebut sebagai bentuk berkabung atas meninggalnya rekan sejawat sesama dokter saat bertugas di Maluku.

“Kami berkabung atas meninggalnya dokter Dionisius Giri Samudra, dokter program magang di Kepulauan Aru Provinsi Maluku,” kata Ketua Komite Medik RSUD Bendan, dr Bair Ginting Sp,BS, menjelaskan bahwa pemakaian pita hitam tersebut.

Menurutnya, meninggalnya dokter tersebut diduga karena terserang penyakit malaria. Sedangkan di lokasi tersebut, tidak ada sarana dan prasarana yang memadai untuk mengobati penyakitnya tersebut.