Solichul Huda (istimewa)
Solichul Huda (istimewa)
Solichul Huda (istimewa)
Solichul Huda (istimewa)

SEMARANG – Diretasnya website DPRD Jateng tidak hanya menjadi sorotan anggota dewan. Namun meluas hingga masyarakat. Salah satunya adalah pakar IT dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang Solichul Huda. Ia menilai, website DPRD tidak dikelola dengan baik. Sehingga, ketika ada hacker yang mencoba masuk tidak ada pengawasan di dalamnya.

”Security-nya lemah. Karena tidak ada admin yang menjaganya selama 24 jam. Sebaiknya (Setwan) DPRD Jateng memiliki admin tersendiri atau menitipkan proteksi server website kepada ISP (Internet Service Provider),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin (11/11).

Ia menjelaskan, setiap website terdiri atas semua berita atau informasi yang dibuat dalam bentuk file dokumen dan file index html. Supaya dapat diakses lewat internet, website tersebut harus terdaftar di Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) atau internet ISP lainnya. Dari ISP website tersebut kemudian diberi domain/IP untuk hosting. ”Biasanya bagi pemilik website yang bukan perusahaan menitipkan di server-nya ISP. Sehingga kalau ada hacker (dapat) ditangkap atau dihalau oleh ISP tersebut,” terangnya.