Acara yang belangsung selama dua hari yakni mulai 17-18 Oktober tersebut mengusung tema ”Maju Bersama Memperbaiki Tatanan Ekosistem Pesisir Pantai Kawasan Hutan Mangrove”. Kegiatan diikuti berbagai komunitas mahasiswa yaitu Teater Wadas, Komunitas Pendaki Gunung (KPG), Komunitas Prenjak Tapak, Komunitas Pecinta Alam Gallus Lafayeti Undip, serta masyarakat sekitar kelurahan Tapak.

Selain kepedulian terhadap lingkungan, Mbak Ita juga mendorong terbentuknya ruang-ruang aktualisasi generasi muda khususnya di Kota Semarang. ”Saya berharap anak muda ikut andil dalam mengembangkan potensi-potensi lingkungan,” paparnya. Selanjutnya Mbak Ita juga menyampaikan mangrove yang selama ini kita ketahui hanya bermanfaat sebagai tanaman yang mengurasi abrasi pantai, sebenarnya bermanfaat dan dapat dijadikan produk makanan. Diantaranya kerupuk, klepon, bolu, stik dan kerajinan batik mangrove. ”Pemanfaatan mangrove sebagai produk makanan dan bahan baku batik ini saya temukan di Mangunharjo,” katanya. (ric/zal)