BERIKAN SOLUSI: Calon Wali Kota Semarang Soemarmo HS saat berdialog dengan warga Krangroto, Genuk. (Istimewa)
BERIKAN SOLUSI: Calon Wali Kota Semarang Soemarmo HS saat berdialog dengan warga Krangroto, Genuk. (Istimewa)
SIAP BEKERJA: Rektor Unimus, Masrukhi saat memberi selamat kepada wisudawan terbaik di MAJT, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP BEKERJA: Rektor Unimus, Masrukhi saat memberi selamat kepada wisudawan terbaik di MAJT, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Lulusan sarjana di bulan Oktober atau menjelang akhir 2015 ini merupakan masa yang paling berat apabila tidak mempunyai keterampilan dalam menghadapi dunia kerja. Hal itu dikatakan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Masrukhi saat melepas 520 wisudawan D3-S1 Unimus ke-23 di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (28/10).

Dikatakan Masrukhi, selama dua bulan ke depan bangsa Indonesia akan memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di mana lulusan pendidikan tinggi bakal bersaing dengan SDM di tingkat Asean. ”Kita akan memasuki era pasar bebas pada awal 2016 dan semua perdagangan bebas dari luar akan bebas masuk ke Indonesia. Semua SDM dari 10 negara di Asean juga bakal masuk ke Indonesia dan kita harus siap bertempur menunjukkan keahliannya dalam waktu tersebut,” jelas Masrukhi.

Menurut Masrukhi, dalam hal ini setiap perguruan tinggi harus benar-benar mempersiapkan lulusannya agar mampu berkompetisi dengan SDM dari luar negeri. Ia mengklaim, lulusan Unimus mampu menjadi kekuatan kader dakwah syiar Islam sesuai dengan yang didapat dalam ilmu di perkuliahannya. ”Tunjukkan keterampilan dan SDM yang dimiliki dan jangan hanya jadi penonton saat MEA nantinya tiba. Lulusan Unimus pasti mampu bersaing di tingkat regional dan paling tidak berkontribusi untuk masyarakat,” tuturnya.