“Pelaku pariwisata lebih terbantu oleh media baik media sosial maupun konvensional. Keterlibatan pemerintah malah belum tampak”

Julia SKB
Anggota Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS)

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang dianggap masih belum terbuka soal pariwisata. Sementara ini, yang mau memperhatikan sektor wisata hanya para pelaku pariwisata yang terbantu dengan pemberitaan di beberapa media massa dan media sosial.

Hal itu dungkapkan anggota Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS) Julia SKB dalam diskusi Bina Pelaku Industri Pariwisata yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang di Gedung Balaikota, kemarin. Menurut Julia, hingga kini belum ada sinergitas antara pemerintah dan pelaku pariwisata.

“Yang ada justru sinergi antara media baik media sosial maupun konvensional dan pelaku pariwisata. Keterlibatan pemerintah malah belum tampak nyata,” terangnya.

Julia menambahkan, industri pariwisata akan berkembang optimal jika pemerintah segera turun tangan langsung. Berbagai elemen pariwisata sebenarnya menunggu keterbukaan pemerintah yang notabene merupakan fasilitator. “Jika pemerintah sendiri saja masih bingung, apalagi stakeholder yang ada di bawahnya. Akan semakin bingung mau di bawa kemana,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Industri Pariwisata Disbudpar Giarso Sapto mengakui jika masukan-masukan seperti itu perlu ditindak lanjuti. Baginya, Disbudpar memang tidak bisa bergerak sendiri. Butuh elemen-elemen yang mendukung untuk mengangkat potensi wisata. “Karena itu, diskusi seperti ini bisa rutin digelar untuk sharing masing-masing kendala dalam diri stakeholder pariwisata. Dengan demikian, peran yang diambil pemerintah tidak akan salah lagi dalam mensinergikan promosi wisata kota ini,” cetusnya. (amh/smu)