DIRINGKUS: Wakapolres Semarang, Kompol Sunarno mengintrogasi para tersangka pencurian pakan ternak dan traktor. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
PUNYA KUALITAS: Salah satu stand produk UMKM berupa busana muslimah yang dipamerkan di Jateng Gayeng Expo, di Java Mal. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PUNYA KUALITAS: Salah satu stand produk UMKM berupa busana muslimah yang dipamerkan di Jateng Gayeng Expo, di Java Mal. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Usaha mikro kecil menengah (UMKM) diharapkan mampu menjadi ujung tombak perekonomian rakyat. Namun sayang, para pelaku UMKM tak sepenuhnya siap dalam menghadapi perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini.

Menyadari hal itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Litani Satyawati mengaku, pihaknya akan terus mengawal para pelaku UMKM untuk mengembangkan produk. Mulai dari peningkatan kualitas produk UMKM, kemasan, branding, hingga pemasaran.

“Kami sudah berusaha membantu teman-teman UMKM untuk meningkatkan eksistensinya. mengajarinya dari awal, sampai ke penjualan dengan mengajak ke beberapa pameran produk unggulan,” ucapnya di sela Jateng Gayeng Expo 2015 di Java Mal. Pameran yang diikuti 70 stan itu digelar hingga 20 Oktober.