(MUH ZAENURI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAMA: Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Keji, Kecamatan Ungaran Barat, tidak membedakan anak didik. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
SAMA: Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Keji, Kecamatan Ungaran Barat, tidak membedakan anak didik. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang merupakan satu-satunya madrasah yang mampu menyelenggarakan pendidikan inklusi yakni pelayanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah regular. MI Ma’arif yang memiliki 105 siswa dengan 22 siswa diantaranya ABK itu menjadi percontohan bagi dan menjadi jujukan sejumlah madrasah yang ingin belajar penerapan pendidikan inklusi.

Kemarin, MI Ma’arif Keji menerima kunjungan rombongan sasaran Program Madrasah Inklusi oleh Australian Agency for International Development (AusAID). Ada empat perwakilan madrasah inklusi program kemitraan pendidikan Australia- Indonesia yang datang untuk melihat dari dekat pola pendidikan inklusi yang diterapkan di MI Ma’arif, Keji tersebut.

Sejumlah guru yang mengikuti studi banding tersebut dari MTs Al Hidayah Purwokerto, Kabupaten Banyumas; MTs Ma’arif Sumpyuh, Banyumas; MI Kebonagung Salafiah Banyumas dan MI Ma’arif Sidomulyo, Kabupaten Kebumen.