PATROLI: Petugas Polres Kendal menegur bus AKAP yang melintasi jalur alternatif Weleri-Sukorejo, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITEMBAK: Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman menunjukan pedang yang digunkana tersangka perampokan. (PRISTYONO/Jawa pos RADAR SEMARANG)
DITEMBAK: Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman menunjukan pedang yang digunkana tersangka perampokan. (PRISTYONO/Jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Komplotan begal jalanan bersenjata tajam sepertinya kian nekat. Sebab, pelaku tidak segan-segan membacok korbannya meski merupakan anggota Polri. Kasus ini terbongkar setelah Satreskrim Polres Semarang membekuk tiga pelaku di kawasan lokalisasi Tegalpanas, Bergas.

Mereka adalah Wahyu Bagus Pamungkas, 20, warga Pedurungan Semarang; Wisnu Nugroho, 32, warga Semarang Timur, serta Derma Pamungkas, 23, warga Bergas, Kabupaten Semarang. Wisnu dan Wahyu terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat ditangkap.

Selain itu, petugas mengamankan tas berisi 2 handphone, cincin, anting-anting emas, pedang, dua sepeda motor serta Honda Supra 125 milik anggota Polri yang dirampas.

Pelaku dibekuk usai merampok Muhamad Fahrudin, 21, dan Rini, 18, warga Kecamatan Gunungpati, Semarang saat nongkrong di exit tol Ungaran, Minggu (11/10) sekitar pukul 05.00. Tiga pelaku mendatangi korban dan meminta tas sambil menodongkan sajam.