MEMBANTU SESAMA: Masyarakat sekitar hutan sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang digelar Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah serentak di Boyolali, Blora dan Kabupaten Pekalongan. (IST)
SALAHI ATURAN: Petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang menyegel dan menyita piranti pembangunan talut di kawasan Jomblang, Candisari. (Nor Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)
SALAHI ATURAN: Petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang menyegel dan menyita piranti pembangunan talut di kawasan Jomblang, Candisari. (Nor Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)

CANDISARI — Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Satpol PP Linmas) Kota Semarang menghentikan pembangunan talut di Perumahan RT 8 RW X, Jomblang, Candisari, karena dianggap meresahkan warga sekitar.

Kemarin, petugas Satpol PP Linmas bersama Dinas PSDA ESDM dan lurah setempat meninjau lokasi pembangunan talut. Hal itu menindaklanjuti laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan pembangunan talut tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Hendro P. Martanto mengatakan, pihaknya terpaksa menghentikan aktivitas pembangunan dan melakukan penyegelan terhadap tanggul sepanjang 70 meter kali 2 meter tersebut, karena setelah dicek memang belum ada izin pembangunannya. Apalagi pembangunan talut mempersempit aliran sungai. ”Dari laporan warga kami teruskan cek ke lapangan. Dan ternyata setelah berkoordinasi dengan SKPD terkait, pembangunannya belum ada izin. Kami segel dan sita peralatannya,” ujar Hendro.