NGABUBURIT BARENG : Anggota Nasmoco Club Community sangat kompak dalam berbagai kegiatan peduli sesama. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENUNGGU : Puluhan calon penumpang bus AKAP terlihat menunggu keberangkatan bus yang tetap memberlakukan tarif karena nominal harga BBM solar dinilai terlalu kecil. (SYAMSUL FALAK/RATEG)
MENUNGGU : Puluhan calon penumpang bus AKAP terlihat menunggu keberangkatan bus yang tetap memberlakukan tarif karena nominal harga BBM solar dinilai terlalu kecil. (SYAMSUL FALAK/RATEG)

TEGAL-Meski pemerintah pusat telah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar, tidak membuat awak angkutan menurunkan tarif penumpang. Alasannya, nominal penurunan harga solar terlalu kecil sehingga tidak berpengaruh terhadap biaya operasional dan jumlah setoran setiap harinya.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan penurunan harga solar dari semula Rp 6.900 menjadi Rp 6.700. Penurunan tarif tersebut merupakan salah satu bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi III yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo untuk mengatasi pelemahan ekonomi.

Nanang, 38, salah seorang awak bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) Jurusan Tegal-Pemalang, menyatakan bahwa pemberlakuan tarif tetap normal meski harga solar mengalami penurunan. Selain belum mendapatkan sosialisasi terkait turunnya harga solar sejak 8 Oktober lalu, penurunan harga solar tidak mempengaruhi biaya operasional. “Turunnya nanggung, cuma Rp 200. Jadi ya tidak berpengaruh ke tarif. Tarifnya ya tetap,” ungkapnya.