Rp 400 Miliar untuk Konsinyasi

Pembangunan PLTU Batang

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG – Pasca putusan pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang yang menolak seluruh gugatan warga Kabupaten Batang atas diterbitkannya SK Gubernur Jateng Nomor: 590/35 tahun 2015 tentang persetujuan penetapan lokasi pengadaan tanah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, pihak konsorsium saat ini telah menyediakan dana untuk proses konsinyasi pembebasan lahan.

”Dana konsinyasi sekitar Rp 400 miliar telah dititipkan di pengadilan. Rata-rata masing kepala keluarga yang berjumlah 70 orang itu mendapat Rp 80 ribu sampai Rp 95 ribu per meter persegi,” ungkap Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono, Rabu (7/10).

Berdasarkan jumlah tersebut, lanjut Teguh, warga yang menerima pembayaran pembebasan lahan dengan konsinyasi ini dipastikan akan rugi. Sebab, jika dibandingkan dengan mekanisme pembayaran sebelumnya yang ditawarkan pemerintah dengan masing-masing kepala keluarga menerima Rp 100 ribu per meter persegi. ”Itu konsekuensi yang harus diterima oleh warga yang sebelumnya menolak pembayaran ganti rugi,” imbuhnya.

Teguh menegaskan akan segera melaksanakan keputusan tersebut. Disinggung adanya rencana warga yang akan mengajukan upaya hukum kasasi lantaran tidak puas dengaan keputusan itu, Teguh mengaku tetap menghormatinya. Namun jika ternyata dalam 14 hari kerja sejak putusan itu ditetapkan, maka pelaksanaan UU No 2/2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dapat dilaksanakan.

”Jika demikian, akhirnya regulasi yang berbicara. Padahal jauh sebelumnya kita terus melakukan pendekatan. Namun dari mereka terus melakukan resistensi. Mau tidak mau UU No 2/2012 harus dilaksanakan,” bebernya menambahkan batas akhir pelaksanaan keputusan itu pada 24 Oktober 2015 mendatang.

Ditambahkan Teguh, proses pembangunan PLTU Batang ini telah memasuki tahap pemerataan lahan (landscaping) dan persiapan pelaksanaan konstruksi. Selanjutnya, tinggal melanjutkan lahan yang saat ini masih disengketakan. ”Untuk targetnya pasti molor, dari yang sebelumnya 2017 menjadi 2018,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dari sejumlah lahan yang terkena dampak pembangunan PLTU, masih ada 92 bidang tanah yang hingga saat ini belum bisa dibebaskan. Yakni di Desa Ujungnegoro 16 bidang dengan luas 27.189 meter persegi dengan 11 orang pemilik tanah. Di Desa Karanggeneng ada 49 bidang tanah dengan luas 70.086 meter persegi dan pemilik tanah mencapai 35 orang. Serta di Desa Ponowareng ada 27 bidang tanah, dengan luas 28.534 meter persegi serta jumlah pemilik tanah mencapai 24 orang. (fai/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

10 Napi Positif Narkoba

KEDUNGPANE - Sebanyak 10 warga binaan alias napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Kedungpane Semarang positif mengonsumsi narkoba. Mereka terjaring razia narkoba yang dilakukan...

Titik Beratkan pada Konstruksi Pondasi

Di wilayah yang rawan gempa, setiap bangunan rumah perlu dirancang khusus. Hal itulah yang mendasari lima mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini membuat...

Bidik Atlet untuk POPNAS XVI dan PON Remaja II

SEMARANG – Sukses menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat SD se-Jawa Tengah April lalu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Provinsi Jawa Tengah mulai...

Ajak Masyarakat Tanam Tanaman Obat Bermedia Wayang

Kreativitas memang tidak ada batasnya. Seperti yang dilakukan Syahilla Efriana bersama teman-temannya, mahasiswi FKM Undip. Mereka berupaya memperkenalkan tanaman obat kepada masyarakat dengan cara...

More Articles Like This

- Advertisement -