MERANGKAK NAIK: Pekerja sedang melayani pengiriman beras di pasar sentra beras Dargo, Kota Semarang, siang kemarin. Harga beras di tingkat pengecer saat ini naik rata-rata Rp 1.000 per kilogram atau sekitar 1 hingga 4 persen. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERANGKAK NAIK: Pekerja sedang melayani pengiriman beras di pasar sentra beras Dargo, Kota Semarang, siang kemarin. Harga beras di tingkat pengecer saat ini naik rata-rata Rp 1.000 per kilogram atau sekitar 1 hingga 4 persen. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Beras menjadi komoditas yang memberikan sumbangan terbesar pada terjadinya inflasi bulan September lalu. Selain beras, penyumbang inflasi adalah biaya akademi/perguruan tinggi, kue kering berminyak, emas perhiasan dan bawang putih.

Untuk beras terjadi kenaikan harga, mengingat telah berlalunya musim panen. Namun kenaikannya jauh lebih rendah dari turunnya harga cabai dan bumbu-bumbu. Konsumsi cabai pun terbilang cukup besar, karena tak hanya untuk konsumsi rumah tangga tapi juga indutri.

“Harga beras naik sekitar 1,2 hingga 4 persen. Sedangkan berbagai jenis cabai dengan berbagai kualitas turun antara 15 – 20 persen,” jelas Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Jamjam Zamachsyari.