OPERASI GAKTIBLIN : Propam Polres Pekalongan saat melakukan Operasi Gaktiblin, di Cafe Hotel Dian Chandra Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPERASI GAKTIBLIN : Propam Polres Pekalongan saat melakukan Operasi Gaktiblin, di Cafe Hotel Dian Chandra Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPERASI GAKTIBLIN : Propam Polres Pekalongan saat melakukan Operasi Gaktiblin, di Cafe Hotel Dian Chandra Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPERASI GAKTIBLIN : Propam Polres Pekalongan saat melakukan Operasi Gaktiblin, di Cafe Hotel Dian Chandra Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Lantaran merebaknya isu beking-bekingan kafe yang dilakukan oleh oknum anggota polisi, Propam Polres Pekalongan turun melakukan Operasi Penegakan Ketertiban dan Kedisiplinan (Gaktiblin), Minggu malam (27/9) kemarin. Ada 9 kafe yang dirazia. Yakni, kafe Hotel Dian Candra, 2 kafe di Desa Bondansari, 2 kafe di pangkalan truk Siwalan, 1 kafe di Sragi dan 3 kafe di Desa Bojong.

Razia Operasi Gaktiblin sekaligus Operasi Mantap Praja Kajen 2015 tersebut sebenarnya untuk merazia anggota Polri di tempat hiburan malam yang tanpa surat perintah tugas maupun anggota Polri yang menjadi beking tempat hiburan malam. Namun kedatangan 9 personel baik dari Paminal dan Provos dari Polres Pekalongan, menyebabkan puluhan pengunjung dan para pemandu lagu (PL) melakukan aksi kabur atau pulang lebih awal.

Sarah, 23, salah satu PL di kafe Hotel Dian Chandra mengatakan bahwa banyak pengunjung kafe yang pulang lebih awal, karena adanya operasi terhadap anggora Polri yang dilakukan Propam Polres Pekalongan. Para pengunjung justru mengira ada razia minuman keras (miras) atau razia terhadap narkoba, sehingga pulang lebih awal. “Saya sendiri tidak bisa membedakan tamu yang Polisi atau bukan. Karena kedatangan mereka tidak menggunakan seragam Polisi,” ungkap Sarah.

Kasi Propam Polres Pekalongan, Ipda Mustadi, mengatakan bahwa Operasi Gaktiblin untuk memeriksa keberadaan anggota Polri yang ada di tempat hiburan malam tanpa surat perintah tugas maupun yang menjadi baking tempat hiburan malam. Namun dalam pemeriksaan tersebut, tidak menemukan anggota Polri.

“Operasi ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolda Jateng untuk melaksanakan Operasi Gaktiblin, terutama berkaitan dengan keberadaan anggota Polri di tempat hiburan malam tanpa surat perintah tugas,” kata Ipda Mustadi.

Sementara itu, Kasubbag Humas Bag Ops Polres Pekalongan, AKP Aries Tri menjelaskan bahwa Sipropam adalah organisasi Polri yang ada di Polres yang secara umum bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pertanggungjawaban profesi. “Termasuk penegakan disiplin, ketertiban di lingkungan Polri dan pelayanan pengaduan masyarakat, tentang adanya penyimpangan tindakan anggota Polri,” jelas AKP Aries. (thd/ida)