BERI DUKUNGAN: Puluhan mahasiswa membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan nelayan pesisir di kampus Unisbank, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI DUKUNGAN: Puluhan mahasiswa membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan nelayan pesisir di kampus Unisbank, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI DUKUNGAN: Puluhan mahasiswa membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan nelayan pesisir di kampus Unisbank, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI DUKUNGAN: Puluhan mahasiswa membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan nelayan pesisir di kampus Unisbank, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Berbagai masalah hukum yang ada di masyarakat menimbulkan keprihatinan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unisbank Semarang. Lewat Law & Art, mahasiswa FH mengemas persoalan hukum masyarakat melalui seni yang dikemas dalam bentuk teatrikal, musik, serta puisi.

Eka Dini misalnya. Mahasiswa semester 3 FH Unisbank ini membacakan puisi yang merepresentasikan masalah yang dihadapi nelayan. Judul puisi ’Jeritan Nelayan’ yang dibuatnya menggambarkan bagaimana kerasnya kehidupan nelayan ketika mempertaruhkan nyawa melawan gelombang laut untuk mendapatkan ikan.

Sulitnya mendapatkan BBM, cuaca ekstrem dan degradasi ekologi menyebabkan nelayan dalam kondisi miskin. Gambaran inilah yang terekam dalam panggung seni dan hukum (Law and Art) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH Unisbank di lantai 9, kampus Kendeng.

Ketua panitia, Muhammad Fauzan Niami menuturkan, ada banyak hal untuk memberikan pengetahuan atas kondisi hukum saat ini. Lewat seni inilah cara mudah bagaimana memperluas wawasan hukum kepada mahasiswa dan masyarakat.