GAYAMSARI – Proses pembangunan jalan tembus Jolotundo (Kartini-Gajah) terus berjalan. Saat ini proses pembetonan tahap dua telah dilakukan. Hanya saja, Pemkot Semarang masih terkendala lahan yang belum terbebaskan. Dalam APBD Perubahan ini pemkot telah menganggarkan dana pembebasan sebesar Rp 4,6 miliar.

”Masih ada lahan milik seorang warga yang belum terselesaikan, kita siapkan Rp 600 juta. Sedangkan lahan pembebasan lahan bondo masjid kita siapkan Rp 4 miliar,” ungkap Kabid Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Semarang, Sukardi saat mendampingi Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto pantauan di lapangan, (17/9) kemarin.

Meski masih ada beberapa lahan yang belum terbebaskan, namun proyek fisik pekerjaan tahap dua pembangunan jalan tembus Jolotundo tetap berjalan. Bahkan, sekarang ini pihaknya juga terus konsen terhadap pembebasan lahan tersebut. Pihaknya juga memperkirakan pencairan anggaran pembebasan lahan akan terealisasi pada Oktober 2015.

”Dalam waktu dekat ini kita konsen mengambil langkah yang belum terselesaikan karena sumber anggaran menunggu pencairan di anggaran perubahan. Jika nantinya tidak bisa diselesaikan, akan dilakukan konsinyasi. Sebab, target kami pekerjaan itu selesai tahun ini atau Desember 2015,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Tavip Supriyanto mengatakan, telah melakukan pendekatan kepada semua pihak terkait pembebasan lahan. Pihaknya juga mendorong supaya pekerjaan pembangunahn jalan selesai awal Desember 2015. ”Proses fisik sudah dilakukan, kita juga terus melakukan pendekatan kepada warga yang belum mau melepas tanahnya untuk kepentingan umum. Memang salah satu lahan milik warga itu kan kena 50 persen. Tapi minta dibeli semua. Tapi harganya tidak sesuai dengan yang ditetapkan appraisal. Memang sesuai peraturan dan perundangan kalau tidak bisa diselesaikan secara musyawarah, maka kita akan tempuh konsinyasi. Tapi sebelum itu kita tetap lakukan pendekatan,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)