BERANTAS PEREDARAN : Petugas Direktorat Reserse dan Narkoba Polda Jateng dan Satnarkoba Polres Pekalongan Kota saat melakukan razia di Lapas Kelas 2A Pekalongan. Dalam sidak tersebut, dua napi ditangkap. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
BERANTAS PEREDARAN : Petugas Direktorat Reserse dan Narkoba Polda Jateng dan Satnarkoba Polres Pekalongan Kota saat melakukan razia di Lapas Kelas 2A Pekalongan. Dalam sidak tersebut, dua napi ditangkap. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
BERANTAS PEREDARAN : Petugas Direktorat Reserse dan Narkoba Polda Jateng dan Satnarkoba Polres Pekalongan Kota saat melakukan razia di Lapas Kelas 2A Pekalongan. Dalam sidak tersebut, dua napi ditangkap. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
BERANTAS PEREDARAN : Petugas Direktorat Reserse dan Narkoba Polda Jateng dan Satnarkoba Polres Pekalongan Kota saat melakukan razia di Lapas Kelas 2A Pekalongan. Dalam sidak tersebut, dua napi ditangkap. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

PEKALONGAN – Dua narapidana (napi) kasus narkoba, Adi Purnomo dan Arif Kurniawan dicokok petugas karena kedapatan memesan narkoba jenis sabu-sabu, Selasa (15/9). Penangkapan mereka bermula saat polisi menangkap kurir narkoba di Semarang. Dari penangkapan tersebut, didapatkan info pemesannya adalah dua orang napi penghuni Lapas Kelas 2A Pekalongan.

Kepala Lapas Kelas 2A Pekalongan Suprapto menerangkan dari informasi tersebut langsung dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh petugas Direktorat Reserse dan Narkoba Polda Jateng dibantu Satnarkoba Polres Pekalongan Kota di Lapas setempat, Selasa (15/9).

Razia dipimpin langsung Kabag Bin Opsnal Satuan Reserse dan Narkoba Polda Jateng AKBP Sunarto dan Kasat Narkoba Polres Pekalongan Kota AKP Junaedi. Dimulai sejak pukul 05.00 sampai pukul 09.00 WIB. “Dalam sidak kemarin mengerahkan 30 personel gabungan. Yang diperiksa ada banyak hampir semua napi dari semua blok. Terutama blok narkoba,” ucapnya, Selasa (15/9) siang.

“Pada sidak ini, kami menyasar seluruh ruang sel dan tentunya sel untuk narapidana kasus narkotika. Yaitu blok 4 sebanyak 116 orang narapidana dan blok 5 sebanyak 108 orang narapidana,” jelasnya.