UNGARAN – Pemkab Semarang menyayangkan masih banyaknya pasar yang kumuh dan kotor. Terutama sejumlah pasar musiman yang hanya buka pada hari-hari tertentu saja. Pasar yang sudah bersih hanya yang berlokasi di jalan utama. Seperti pasar Projo Ambarawa, Pasar Bandarjo Ungaran, dan pasar Karangjati.

“Masih banyak pasar di sini yang kotor, terutama pasar yang buka di hari pasaran dan sejumlah pasar yang lokasinya jauh dari jalan raya,” kata Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, Kab. Semarang, M. Natsir, Jumat (28/8) pagi kemarin.

Natsir menambahkan, kondisi kebersihan pasar dapat mempengaruhi minat masyarakat untuk berbelanja di pasar. Sehingga Natsir berharap para pedagang dan masyarakat untuk menjaga kebersihan pasar. “Kami berharap pasar bersih seperti toko modern, jadi pasar rakyat tapi modern. Kalau kotor dan kumuh siapa yang mau belanja,” imbuhnya.

Kepala BLH Kabupaten Semarang, Nurhadi mengatakan, untuk menciptakan kebersihan digalakan kegiatan pungut dan pilah sampah di pasar-pasar. Pasar disasar untuk kegiatan kebersihan karena menjadi fasilitas publik yang kebersihannya perlu mendapatkan perhatian khusus. “Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan,” tutur Nurhadi.

Salah seorang pembeli di pasar Bandarjo, Endang, 45, warga Ungaran berharap pemerintah Kabupaten Semarang benar-benar menjaga ketertiban dan kebersihan pasar. “Sekarang kondisinya sudah lebih bersih dari sebelumnya. Jika kotor tentu warga malas belanja ke pasar,” ujarnya. (tyo/fth)