DAMAI: Pasangan Calon Bupati Semarang, Nur Jatmiko dan Mas’ud Ridwan serta Calon Wakil Bupati Ngesti Nugroho bersama masing-masing tim sukses sepakat untuk melaksanakan Pilkada damai. (DOK)
DAMAI: Pasangan Calon Bupati Semarang, Nur Jatmiko dan Mas’ud Ridwan serta Calon Wakil Bupati Ngesti Nugroho bersama masing-masing tim sukses sepakat untuk melaksanakan Pilkada damai. (DOK)

UNGARAN – Pilkada Kabupaten Semarang yang hanya mempertemukan dua pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati menjadi perhatian khusus Polres Semarang. Sebab, bukan tidak mungkin dalam perjalanannya bakal terjadi pertikaian dan konflik.

Sebagai langkah antisipasi, kemarin, Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman mempertemukan dua pasangan tersebut. Harapannya, kedua pasangan bisa saling mengenal, menghormati, dan tidak saling menjatuhkan dalam berkampanye nantinya. “Pilkada kali ini head to head, masing-masing paslon harus siap dipilih dan siap untuk tidak dipilih,” kata kapolres kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dalam kesempatan itu, masing-masing paslon bupati-wakil bupati baik dari kubu Jatimas yakni Nur Jatmiko dan Mas’ud Ridwan, serta dari kubu Mukti yakni Mundjirin-Ngesti Nugraha menyatakan siap mengikuti Pilkada dengan baik, sehingga akan dapat menciptakan suasana kondusif.

“Kami siap melaksanakan pilkada ini dengan baik. Untuk menjaga suasana di Kabupaten Semarang ini tetap kondusif,” kata calon Bupati Semarang Nur Jatmiko yang dikenal sebagai penggerak ekonomi pedesaan.

Kapolres mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pantauan situasi dan kondisi keamanan. Ia berharap kepada masing-masing paslon dan para pendukungnya untuk berpikir secara dewasa dan cerdas dalam menyikapi permasalahan dalam Pilkada.

“Jangan sampai ada yang menyebarkan isu-isu apalagi melakukan kampanye hitam. Termasuk memposting dan melontarkan komentar yang dapat menimbulkan permasalahan. Seandainya terjadi permasalahan Polri dan TNI akan menengahinya,” kata kapolres. (tyo/fth)