“Pak Joko Purwanto tidak hadir dengan alasan sakit. Surat izinnya ada, kalau tidak ada suratnya ya kami jemput paksa. Pekan depan kami akan panggil kembali.”

Hartadi
Kajati Jateng

PLEBURAN – Tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam retensi Muktiharjo Kidul, Pedurungan senilai Rp 33,7 miliar akhirnya dijebloskan ke tahanan, Rabu (12/8) kemarin. Penahanan dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng guna mempercepat proses penyidikan. Ketiga tersangka yang ditahan adalah Direktur PT Harmony International Technology (HIT), Handawati Utomo; Komisaris PT HIT, Tri Budi Purwanto, dan Tyas Sapto Nugroho, Direktur CV Prima Design yang juga sebagai konsultan pengawas.

Satu tersangka yang lolos dari penahanan adalah Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA-ESDM) Semarang, Nugroho Joko Purwanto. Joko Purwanto selamat dari penahanan setelah mangkir dari panggilan pemeriksaan.

Proses penahanan ketiga tersangka kemarin berlangsung tegang. Usai menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Jateng Jalan Pahlawan, tersangka Handawati Utomo langsung digelandang menuju mobil tahanan. Ia mengenakan rompi warna merah bertuliskan ”Tahanan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah”. Handawati diapit dua orang penyidik. Ia berjalan cepat dan masuk ke mobil sambil menyembunyikan wajahnya. Saat berada di dalam mobil tahanan, Handawati tidak sekalipun menampakkan wajahnya dan menghindari jepretan kamera wartawan. Sedangkan dua tersangka lainnya, Tri Budi Purwanto dan Tyas Sapto Nugroho menghindari wartawan yang sudah menunggunya di lobi Kejati Jateng.

Kepala Kejati Jateng, Hartadi, mengatakan, pada pemeriksaan kemarin, sebenarnya pihaknya memanggil empat tersangka. Namun tersangka Nugroho Joko Purwanto mangkir lantaran sakit. ”Pak Joko Purwanto tidak hadir dengan alasan sakit. Surat izinnya ada, kalau tidak ada suratnya ya kami jemput paksa. Pekan depan kami akan panggil kembali,” kata Hartadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (12/8).

Dikatakan, selama 20 hari ke depan, ketiga tersangka akan ditahan di tempat terpisah. Handawati ditahan di Lapas Wanita Bulu Semarang, sedangkan Tri Budi Purwanto dan Tyas Sapto Nugroho di Lapas Kedungpane Semarang.

”Kami belum menerima pengembalian kerugian negara. Kalau hasil dari perhitungan tim ahli penyidik, kerugian negaranya mencapai Rp 4,7 miliar. Kerugian tersebut belum sepenuhnya terhitung,” ujarnya.

Dia menyebutkan, ketiga tersangka akan dijerat pasal 2 dan pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Seperti diketahui, Kejati Jateng telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam retensi di Muktiharjo, Semarang. Mereka adalah Kepala Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang, Nugroho Joko Purwanto, Rosyid Husodo Kabid Sumber Daya Air Energi dan Geologi Dinas PSDA-ESDM sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), dan Imron Rosyadi selaku konsultan pengawas. Selain itu, Direktur PT HIT Handawati Utomo dan Komisaris PT HIT Tri Budi Joko Purwanto. PT HIT merupakan pemenang lelang pembangunan kolam retensi Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang senilai Rp 33,7 miliar. (jks/aro/ce1)