AGAR BERTAHAN: Seorang pekerja tengah mengoplos daging sapi dengan daging ayam untuk bahan baku pembuatan bakso, kemarin di Pasar Daging, Jalan Banten, Semarang. (M NUR WAHIDI/RADAR SEMARANG)
AGAR BERTAHAN: Seorang pekerja tengah mengoplos daging sapi dengan daging ayam untuk bahan baku pembuatan bakso, kemarin di Pasar Daging, Jalan Banten, Semarang. (M NUR WAHIDI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tingginya harga daging sapi membuat pedagang bakso terpaksa mengoplos daging sapi dengan daging ayam. Pengoplosan ini dilakukan untuk menghemat biaya produksi, tanpa harus menaikkan harga jual bakso.

Yudi, 35, seorang penjual bakso saat berada di pasar daging Banteng, Semarang mengatakan, oplosan bakso dibuat dengan perbandingan 5 kg daging sapi kemudian dicampur dengan daging ayam sebanyak 2 kg. Yudi mengatakan untuk daging sapi satu kilogramnya kemarin dibeli dengan harga Rp 98 ribu sedangkan untuk daging ayam dijual dengan harga Rp 35 ribu. “Kalau tidak dicampur, kita bisa tidak dapat untung. Kalau dicampur harganya terjangkau dan masyarakat bisa merasakan bakso,” katanya.

Sedangkan pemilik penggilingan daging, Nur Janah, 46, mengakui dengan mahalnya daging sapi maka banyak penjual bakso atau mie ayam menggunakan daging oplosan antara daging ayam dengan daging sapi.

Namun diakui, masih ada penjual yang mempertahankan bakso sapi tanpa oplosan untuk menjaga kualitas rasa. “Memang dari segi rasa tentu sedikit berbeda bila ada oplosan daging ayam, tapi menurut saya tetap enak. Tapi untuk penjual bakso yang warungnya cukup besar, rata-rata masih bertahan dengan hanya daging sapi tanpa oplosan,” ujarnya.

Sementara itu di Pasar Karangayu Semarang, beberapa pedagang daging sapi masih memilih untuk tidak berjualan. Kalaupun ada tidak banyak, karena harganya masih tinggi yang berakibat masyarakat tidak membeli daging sapi. “Memang harganya belum turun sehingga kami hanya bisa mengharapkan kepada pemerintah agar bisa menurunkan harga daging sapi,” ungkap pedagang Daging Sapi Karangayu, Qodir, kemarin.

Qodir memperkirakan, harga daging sapi akan kembali normal setelah Idul Adha mendatang. Pasalnya pada saat itu banyak sapi yang dijadikan kurban beredar di masyarakat. “Dengan banyaknya sapi yang dijadikan kurban maka peredaran daging sapi maupun kulitnya akan membuat harga daging sapi menjadi normal,” katanya. (hid/smu)