GENJOT KUALITAS: Program one village one product (OVOP) akan membuat daya saing UMKM semakin tinggi. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
GENJOT KUALITAS: Program one village one product (OVOP) akan membuat daya saing UMKM semakin tinggi. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jawa Tengah terus mendorong kabupaten/kota untuk meningkatkan produk unggulan dari program one village one product (OVOP). Program ini akan mampu membuat daya saing UMKM semakin tinggi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Gayatri Indah Cahyani mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan jumlah produk unggulan bisa bertambah 35 produk. Begitu juga tahun-tahun berikutnya, paling tidak setahun ada tambahan 35 produk dari seluruh kabupaten/kota di Jateng. “Kualitas serta jumlah produk unggulan terus kita dorong untuk ditingkatkan,”ujarnya, kemarin.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Dinas Koperasi dan UMKM terus melakukan pendampingan dan fasilitasi salah satunya melibatkan perbankan. Upaya itu untuk mempermudah akses permodalan bagi pelaku UMKM. Selain itu, juga ada pelatihan pemasaran dengan sistem online. “Permasalahan mendasar yang biasanya dihadapi oleh para pelaku UMKM adalah modal dan pemasaran. Oleh karena itu kita bekerjasama dengan banyak pihak untuk mengatasi permasalahan ini,” jelasnya.

Sementara itu, hingga kini Jawa Tengah memiliki 145 produk unggulan. Adapun dari total produk tersebut 50 persen berpotensi menembus pasar luar negeri, dan sebagian bahkan sudah ada yang dikirim ke sejumlah negara. “Cukup beragam produk OVOP yang diminati luar negeri, mulai kerajinan tangan hingga pangan. Sedangkan, negara tujuan ekspor yaitu Thailand, Taiwan, dan beberapa lainnya,” tambah Gayatri.

Perkembangan OVOP yang luar biasa tersebut karena mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM. Pihak tersebut seringkali membawa produk-produk tersebut pameran ke luar negeri, sehingga manfaatnya tidak hanya dikenalkan ke pasar luar negeri tetapi juga membuka pasarnya.

Kendati demikian, lanjutnya, dibutuhkan juga peran masyarakat dalam mengangkat produk OVOP yang juga produk UMKM tersebut. Masyarakat harus mau turut memakai atau mengkonsumsi, sedangkan pelaku usaha perlu terus meningkatkan kuantitas dan kualitas. “Kita memang dorong untuk jual ke luar negeri, tapi jangan lupa, pasar domestik juga cukup besar. Oleh karena itu diharapkan masyarakat juga turut mendukung dengan mengonsumsi produk dalam negeri,” tandasnya. (dna/smu)