BALAI KOTA – Para pedagang Pasar Johar harus lebih bersabar. Sebab, pembangunan kembali pasar diperkirakan memakan waktu 5 tahun. Komisi B DPRD Kota Semarang sendiri mendesak kepada Pemkot Semarang untuk segera menyelesaikan detail engineering design (DED) rencana pembangunan Pasar Johar. Dewan juga meminta kepada pemkot mempercepat pembangunan kembali Pasar Johar tak lebih dari 3 tahun.

”Kalau 5 tahun itu sangat lama. Tiga tahun itu sudah cukup. Sekarang kita pastikan dulu rencana pembangunan sambil menyusun DED supaya bisa selesai tahun 2016. Sehingga pembangunan nantinya tahun 2018 sudah bisa selesai. Jadi tidak perlu lama-lama,” ungkap anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Ari Purbono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (29/7) kemarin.

Dia mengatakan, pemkot juga harus aktif melakukan public hearing kepada para pedagang Pasar Johar. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar aspirasi para pedagang bisa terserap. Menurutnya, saat ini public hearing yang dilakukan masih sangat minim.

”Baru sekali melakukan public hearing. Harusnya sering dilakukan untuk menampung aspirasi pedagang. Keinginan pedagang seperti apa. Ini sangat penting, karena pedagang yang akan menempati. Saya kira pasti banyak keluhan dari pedagang,” katanya.

Anggota DPR RI, Juliari P Batubara, juga berjanji akan mengawal pembangunan kembali Pasar Johar yang memerlukan dukungan pemerintah pusat. Menurutnya, pembangunan Pasar Johar memerlukan dana besar yang diperkirakan mencapai ratusan miliar dan butuh pendanaan bersama dari APBD kota, provinsi, dan APBN untuk membangun Pasar Johar.

”Kebetulan saya berada di Komisi DPR yang membidangi perdagangan. Kami nanti akan membantu mengawal APBN-nya, karena biaya membangun Pasar Johar tidak kecil. Nanti APBD kota dari wali kota dan provinsi dari gubernur,” katanya.

Pihaknya menjelaskan, pembangunan kembali Pasar Johar tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Karena bangunan tersebut masuk cagar budaya. Sehingga perencanaan pembangunan harus dilakukan secara cermat dan detail.

”Yang jelas Pasar Johar harus ditata kembali setelah pembangunan nanti, mulai dari penataan lapak sampai kebersihan agar kembali menjadi pasar tradisional terbesar yang dibanggakan,” harapnya.

Mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, sekarang ini tengah dilakukan persiapan pembangunan lapak sementara bagi pedagang Pasar Johar di lahan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Pembangunan lapak sementara harus melalui proses lelang yang sekarang ini sudah sampai tahap menunggu pengumuman pemenang lelang dengan nilai proyek mencapai Rp 29 miliar.

”Kenapa belum dibangun? Sebab, sesuai regulasi memang tidak memungkinkan dilakukan penunjukan langsung untuk pembangunan lapak sementara itu karena nilai kontraknya yang besar,” katanya.

Pihaknya menambahkan, pembangunan kembali Pasar Johar terkendala pada penyusunan DED yang memerlukan waktu enam bulan dan biaya tidak sedikit. Menurutnya, pembangunan kembali Pasar Johar bisa dilakukan paling lambat 2017 mendatang. ”Penyusunan DED ini butuh Rp 2 miliar. Persoalannya, tidak bisa diambilkan dari APBD perubahan sehingga harus menunggu APBD 2016,” ujarnya. (mha/aro/ce1)