SIDAK : Tim Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Salatiga saat memeriksa absensi PNS pada sidak hari pertama masuk kerja usai libur lebaran. (Dhinar sas/jawa pos radar semarang)
SIDAK : Tim Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Salatiga saat memeriksa absensi PNS pada sidak hari pertama masuk kerja usai libur lebaran. (Dhinar sas/jawa pos radar semarang)

SALATIGA – Guna menegakkan kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Salatiga menggelar inspeksi mendadak (sidak) di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada hari pertama masuk kerja usai cuti bersama libur Hari Raya Idul Fitri, (22/7).

Kepala BKD Salatiga, Adhi Isnanto menjelaskan, dari sidak tersebut diketahui kehadiran PNS mencapai 95,8 persen atau 1.444 PNS dari total 1.507 PNS yang tersebar di 23 SKPD. PNS yang tidak hadir sebanyak 63 orang atau 4,2 persen. “Lima PNS yang tidak masuk kerja tanpa keterangan, masing – masing berasal dari Sekretariat Daerah, Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Perhubungan Komunikasi Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kesehatan dan Kecamatan Argomulyo,” jelasnya.

Secara keseluruhan, dari 63 orang tersebut, 10 orang sedang mengikuti pendidikan/tugas belajar, dinas luar sebanyak 17, cuti sejumlah 14 orang, sakit 11 orang, izin 6 orang, dan 5 orang tanpa keterangan,” ungkapnya.

Sementara itu, ada juga empat SKPD yang PNS nya masuk 100 persen, yaitu Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB sebanyak 54 orang, Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi sejumlah 47 orang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 35 orang dan Kecamatan Sidorejo sebanyak 20 orang.

Pemantauan disiplin ini dibagi menjadi 3 tim yangdi mana tim 1 dipimpin oleh Asisten I Tri Priyo, tim 2 dipimpin oleh Asisten III Sri Wityowati, dan tim 3 dipimpin oleh Asisten II Daryadi.

Sebelum sidak, PNS di lingkungan Pemkot Salatiga mengikuti apel luar biasa yang dipimpin oleh Wali Kota Salatiga Yuliyanto. Dalam kesempatan tersebut Wali Kota mengingatkan kembali kepada seluruh PNS Salatiga untuk segera melaksanakan tugas masing-masing.

“Capaian serapan anggaran kita sampai dengan bulan Juli ternyata masih jauh dari harapan, oleh karena itu saya imbau supaya anda sekalian segera kembali pada tugas, jangan sampai pekerjaan tersebut menjadi PR (pekerjaan rumah) pada tahun yang akan datang,” pesannya. (sas/ric)