DEMAK – Perpustakaan Daerah dan Arsip (Perpusda) Pemkab Demak terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. salah satu diantaranya dengan pengadaan berbagai buku popular terkini dan terbitan terbaru. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Perpusda menganggarkan dana pembelia buku sebesar Rp 16 juta perbulan.

Dari besaran anggaran itu dapat dibelikan buku sebanyak 300 buah setiap bulannya. Rata-rata harganya Rp 100 ribu perbuku. Kepala Perpusda Demak, Jauhar Arifin mengungkapkan, untuk membeli buku berkualitas terkadang terkendala plafon anggaran. Sekarang ini, Perpusda telah memiliki koleksi sebanyak 27.300 buah buku dengan berbagai macam judul. “Dari buku-buku yang dipinjamkan ke pembaca, banyak juga buku yang hilang alias tidak kembali,” kata Jauhar didampingi Kasi Perpustakaan Ratna P dan Staf Perpustakaan Rahayu Widaningsih di kantornya, kemarin.

Ia menambahkan, ada sekitar 500 buah buku yang tidak dikembalikan oleh peminjam. Untuk mencari buku yang hilang dibawa peminjam tersebut cukup sulit. Sebab, rumah warga yang meminjam buku saling berjauhan. Hingga kini juga belum ada anggaran untuk mengambil buku yang dipinjam oleh masyarakat tersebut. Sebab, untuk mengembalikan buku ke Perpusda dengan cara jemput bola terkendala biaya transportasi.
Berbeda dengan siswa yang meminjam, maka buku yang dihilangkan harus ada surat keterangan dari pihak sekolah. “Kalau masyarakat umum, belum memungkinkan meminta surat keterangan buku hilang dari RT/RW,” imbuhnya.

Buku yang dipinjam warga biasanya banyak terkait tentang buku keterampilan, buku memasak dan resep masakan. Buku-buku tersebut banyak yang tidak dikembalikan peminjam. “Satu sisi buku itu bermanfaat bagi masyarakat. Tapi, kalau tidak dikembalikan pihak Perpusda yang dirugikan karena kehilangan buku,” tambahnya. Sejauh ini, rata-rata kunjungan ke Perpusda antara 150 hingga 200 orang. Selain itu, ditambah pula dengan mobil perpustakaan keliling. (hib/fth)