SEMARANG – Tebakarnya JW Lounge di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Cengkareng, Minggu (5/7) kemarin, ternyata memengaruhi sejumlah penerbangan terutama maskapai Garuda Indonesia di Bandara Ahmad Yani Semarang. Sejumlah penumpang terlihat kecewa lantaran jadwal sejumlah penerbangan Garuda ditunda.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, tercatat ada tiga jadwal penerbangan dari maskapai Garuda Indonesia rute Semarang-Jakarta yang mengalami delay, yakni GA 235, GA 237 dan GA 239. Sementara untuk pesawat yang datang dari Jakarta yang mengalami delay adalah GA 232, GA 234 dan GA 236.

Utomo, salah satu penumpang pesawat dengan nomor penerbangan GA 237 mengaku pasrah terkait jadwal penerbangan yang mengalami keterlambatan. ”Mau gimana lagi Mas, wong namanya juga musibah. Belum tahu juga berangkat pukul berapa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang, Priyo Jatmiko, mengungkapkan, penundaan penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Semarang ini memang diakibatkan terbakarnya Bandara Soetta.

”Kalau maskapai lain tidak terganggu, hal ini dampak dari terbakarnya Terminal 2E Bandara Soaekarno-Hatta,” tuturnya.

Akibat penundaan tersebut, pihak Bandara Ahmada Yani membuka gate 4 untuk mengurai penumpukan penumpang yang terjadi di terminal kebarangkan domestik. ”Gate internasional sengaja dibuka agar penumpang tidak menumpuk di gate domestik,” katanya.

Ia berharap, pihak maskapai memudahkan serta mau memfasilitasi para penumpang jika ingin beralih ke maskapai lain.

General Manager Garuda Indonesia Brand Office Semarang, I Wayan Supatrayasa, mengaku, jika pihaknya terus berkoordinasi untuk meminimalisasi keterlambatan yang diakibatkan oleh terbakarnya Terminal 2E Bandara Soetta.
”Kami terus melakukan koordinasi dan melakukan quick handling. Selain itu, kami juga menyediakan served on ground yakni penumpang tidak kenai biaya jika ingin mengatur kembali jadwal penerbangan,” tuturnya.

Manager On Duty Garuda Indonesia Bandara Ahmad Yani, M. Faishal, menambahkan, pihaknya akan mempermudah penumpang yang ingin pindah maskapai ataupun melakukan refund (pengembalian) uang tiket pesawat. Walaupun bukan kesalahan dari pihak maskapai, Garuda Indonesia menerapkan management delay berupa pemberian makanan kecil. ”Kalau mau pindah maskapai akan difasilitasi, kami juga memberikan snack bagi yang tidak puasa. Sementara yang puasa bisa dibawa ke dalam pesawat,” katanya.

Hingga pukul 14.00 siang kemarin, sejumlah penumpang masih sabar menanti jadwal kebarangkatan yang tertunda. Dari pantauan di lapangan, hampir tidak ada penumpang yang melakukan protes kepada pihak maskapai. Rupanya para penumpang memakluminya, karena delay akibat adanya musibah kebakaran. (den/aro/ce1)