SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya memastikan mengusung petahana Hendrar Prihadi untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang, 9 Desember mendatang. Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi direkomendasikan maju bersama Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita. Rekomendasi bagi calon Wali Kota–Wakil Wali Kota Semarang tersebut diputuskan dalam rapat DPP PDIP yang dipimpin langsung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Kamis (25/6) sore.

Menurut Ketua Desk Pilkada DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng, rapat juga dihadiri Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto. ”Rekomendasi sudah menjadi keputusan DPP, hanya saja suratnya belum turun,” kata Agustina yang saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang masih berada di Jakarta.

Dengan keputusan tersebut, untuk Pilwalkot Semarang, PDIP dipastikan mengusung calon internal partai, dan tidak mengambil calon dari partai lain.

Selain Kota Semarang, rekomendasi juga diturunkan bagi Kota Solo, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sukoharjo. Untuk Kota Solo, PDIP memastikan mengusung pasangan FX Hadi Rudyatmo–Achmad Purnomo; Kabupaten Boyolali mengusung Seno Samodro–Said Hidayat, dan Kabupaten Sukoharjo mengusung Wardoyo Wijaya–Purwadi.

Dengan keluarnya empat nama pasangan calon ini, sampai saat ini PDIP sudah memutuskan enam pasangan calon kepala daerah dari 21 daerah di Jateng yang akan menggelar pilkada. Pekan kemarin, PDIP sudah mengeluarkan rekomendasi untuk dua balon kepala daerah yang juga berstatus incumbent. Yakni, Kabupaten Pemalang yang mengusung pasangan Junaedi dan Martono, serta Kota Magelang yang menjagokan pasangan Sigit Widyonindito dan Windarti Agustina.

Menurut Agustina Wilujeng, turut diundang dalam rapat tersebut, Ketua DPC dari 4 kabupaten/kota yang keputusan rekomendasinya sudah turun. ”Keputusan ini akan segera ditindaklanjuti dengan turunnya surat rekomendasi,” paparnya.

Turunnya rekomendasi tersebut sesuai prediksi Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto. Sebelumnya, Bambang memperkirakan di sejumlah wilayah yang dipimpin petahana dari PDIP dan memiliki ketokohan kuat, rekomendasi akan turun relatif cepat.

”Ini berbeda dengan daerah di mana kita belum memiliki tokoh. Karenanya, saya perkirakan rekomendasi tidak akan turun serentak,” kata dia. (ric/aro/ce1)