Prawoto Saktiari. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Prawoto Saktiari. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KALIBANTENG – Setelah dua tahun buron, mantan anggota DPRD Jateng periode 1999-2004, Prawoto Saktiari, berhasil dibekuk. Terpidana kasus korupsi APBD Jateng 2003 ini ditangkap oleh tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama tim Intelijen Kejari Semarang saat berada di halte bus di Jalan Margasatwa, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (18/6) lalu.

”Jumat pukul 13.00 tadi (kemarin), tim Kejari Semarang tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, kami membawa terpidana (Prawoto Saktiari) untuk langsung diamankan di Lapas Kedungpane Semarang,” kata Kepala Kejari Semarang, Dr Asep Nana Mulyana melalui Kasi Intelijen Kejari Semarang, Dodik Hermawan, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (19/6).

Dodik mengatakan, Prawoto terbukti bersalah berdasarkan putusan Mahkamah Agung No 67PK/PIDSUS/2011 tanggal 28 Maret 2012. Dia dijatuhi hukuman pidana 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

”Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI tersebut, Prawoto Saktiari merupakan terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi penyimpangan dana APBD DPRD Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2003 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 14,8 miliar dengan pidana 1 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan penjara,” ungkap alumnus Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember (Unej) ini.

Dodik menjelaskan, Prawoto ditangkap di Jalan Margasatwa, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (18/6) sekitar pukul 14.00, kemarin. ”Persisnya diamankan di halte bus,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kejari Semarang telah memasukkan mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Prawoto Saktiari, dalam daftar pencarian orang. Prawoto yang tercatat sebagai legislator Jateng tahun 1999-2004 itu adalah salah satu terpidana korupsi APBD Jateng 2003.

Pada 8 Maret 2012, Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan Putusan Peninjauan Kembali (PK) Nomor 67.PK/Pid.Sus/2011. Putusan itu menyatakan 7 mantan anggota Panitia Rumah Tangga (PRT) DPRD Jateng dinyatakan bersalah dalam kasus tersebut, dan dihukum setahun penjara.

Ketujuh mantan dewan itu adalah Sobri Hadiwijaya, Abdul Basyir, Faizah Idris, Gautama Setiadi, Djoko Rusdiono, Suyatna Nirwana dan Prawoto Saktiari. Pada 2 Oktober 2013, Kejari Semarang telah mengeksekusi putusan tersebut. Yakni, dengan memenjarakan para terpidana di Lapas Kedungpane Semarang. Namun Prawoto Saktiari tak turut serta saat itu, karena sedang berada di Kalimantan. (bj/aro/ce1)