KAJEN – Setelah buron sekitar 3 bulan, Sapari, 48, tersangka tindak pidana uang palsu akhirnya berhasil diringkus jajaran Polres Pekalongan. Warga Dukuh Sengare Krajan RT 02 RW 02 Desa Sengare Kecamatan Talun itu diringkus di rumahnya, Minggu (7/6) pagi.

Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi mengatakan, kasus yang melibatkan tersangka berdasarkan LP/B/03/III/2015/JATENG/RES.PKL/sek kra tanggal 05 Maret 2015. Tersangka masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 10 Maret 2015. “Tersangka ini DPO, berhasil kami tangkap di rumahnya pukul 04.00 pagi. Kasusnya Upal,” ungkapnya.

Kasus tersebut menimpa seorang pedagang bernama Marzuki, 37, warga Desa Lolong Kecamatan Karanganyar. Dalam kasus tersebut, tersangka beraksi bersama tiga rekannya. “Untuk kasus upal itu, ada empat tersangka, seorang tersangka bernama Ahmad sudah kami tahan, dia terlibat kasus lain. Kemudian Sapari ini. Ada dua lagi yang masih DPO,” jelasnya.

Kasat Reskrim AKP Berry menambahkan, karus tersebut terjadi pada Senin, 09 Februari 2015. Komplotan tersangka mendatangi rumah korban dengan modus membeli sepeda motor Honda Supra Fit, milik korban. Setelah tawar menawar terjadi, akhirnya disepakati harga pembelian motor itu, Rp 1.650.000. ” Komplotan tersangka ini, melakukan pembayaran menggunakan uang palsu,” ungkapnya.

Keberadaan uang palsu tersebut diketahui ketika korban menggunakan uang tersebut untuk belanja. Korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Karanganyar. “Saat ini tersangka dalam penyidikan unit 3 Sat Reskrim. Kami telah melakukan penahanan,” kata Berry.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 26 ayat (3) UU RI No.07 tahun 2011 tentang mata uang jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. “Kami terus kembangkan kasus ini. Terutama untuk memburu dua tersangka lain,” pungkasnya. (hil/ric)