RAZIA GABUNGAN: Kos-kosan elite di kawasan Kelurahan Brotojoyo Kecamatan Semarang Utara, digeledah petugas gabungan, Kamis (4/6) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA GABUNGAN: Kos-kosan elite di kawasan Kelurahan Brotojoyo Kecamatan Semarang Utara, digeledah petugas gabungan, Kamis (4/6) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BROTOJOYO – Para penghuni kos elite di kawasan Kelurahan Brotojoyo Kecamatan Semarang Utara, yang sedang terlelap tidur, tak bisa berkutik ketika petugas gabungan melakukan penggeledahan, Kamis (4/6) kemarin. Adalah petugas gabungan yang terdiri atas petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Satpol PP Kota Semarang, Pomdam dan Provos Polrestabes Semarang.

Bangunan kos dua lantai tersebut terdiri atas 25 kamar dengan 31 orang penghuni kos. Dari hasil penggeledahan, sebanyak 6 penghuni kos terpaksa diamankan lantaran diduga positif menjadi pemakai narkoba.

Dalam penggeledahan tersebut, salah seorang pemuda penghuni kos terlihat kelabakan dan mencoba kabur dari kepungan petugas. Beruntung, pemuda tersebut dapat diamankan berkat bantuan warga.

Dalam razia tersebut, petugas juga menangkap sepasang muda-mudi yang berada dalam satu kamar tanpa bisa menunjukkan identitas serta surat nikah. Selain itu, dari razia tersebut ditemukan sebuah pistol jenis airsoft gun dari salah seorang penghuni kos.

Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP Jateng, Suprinarto mengatakan razia tersebut dilakukan dengan tujuan memberantas jaringan peredaran narkoba serta para pemakai barang haram. Dari hasil razia yang dilakukan kali ini, berhasil menangkap 6 orang yang diduga telah mengonsumsi narkoba.

”Dari 31 orang yang masih berada dalam kos, langsung kami lakukan pemeriksaan tes urine satu per satu. Ternyata, ada 6 orang dari 2 laki-laki dan 4 perempuan yang diduga positif mengonsumsi narkoba. Termasuk pemuda yang mencoba melarikan diri itu,” ungkapnya usai razia kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (4/6) kemarin.

Enam orang yang positif mengonsumsi narkoba langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil tes yang dilakukan petugas BNNP di tempat kejadian perkara, narkoba yang dikonsumsi tersebut berjenis sabu, inex dan ganja. Kendati begitu, tidak ditemukan barang bukti narkoba.

”Setelah tes urine, 6 orang itu hasilnya positif. Dalam jangka 2 minggu sampai satu bulan, orang yang mengonsumsi narkoba masih bisa diketahui dari tes urine. Sedangkan ditemukannya sebuah pistol airsoft gun jenis revolver masih dalam pendalaman pihak kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan bahwa rumah kos yang berada di kawasan Brotojoyo sudah lama disinyalir menjadi sarang pengguna narkoba. Bahkan, para penghuni kos tersebut sebagian besar merupakan pekerja malam di tempat hiburan.

”Dari 17 kamar yang kami geledah, masih ada penghuninya. Kalau lainnya terkunci. Kos itu ditempati pekerja lain juga. Sedangkan sebagian bekerja di tempat karaoke,” ujarnya.

Diakuinya, bangunan kos yang menjadi target razia tersebut juga banyak melanggar aturan seperti halnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pasalnya, IMB yang dikeluarkan tidak bertingkat. Selain itu, air bawah tanah tersebut juga belum memiliki izin.

”Pemilik kos lebih banyak sanksi karena melanggar Peraturan Daerah (Perda). IMB satu lantai, tapi dibangun dua lantai. Tidak ada alat pamadam kebakaran. Pemilik kos juga tidak memiliki data identitas KTP penghuni kosnya. Nanti kami akan panggil pemilik kosnya. Rencana kegiatan ini akan kami lakukan rutin, utamanya di tempat kos,” tegasnya. (mha/ida/ce1)