GANGGU IRIGASI : Pengurugan sawah untuk lahan perumahan di Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing, Batang, menuai protes warga desa sekitar, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GANGGU IRIGASI : Pengurugan sawah untuk lahan perumahan di Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing, Batang, menuai protes warga desa sekitar, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Pengurugan lahan pertanian berupa tanah sawah seluas 1 hektare, yang akan dibangun perumahan di Desa Mentosari Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Minggu (2/5) siang kemarin, diprotes warga sekitar. Warga menuntut pembangunan tersebut dihentikan.
Selain pembangunan perumahan tersebut tidak berizin, juga mengganggu lingkungan pertanian di sekitarnya. Yakni, mengakibatkan macetnya irigasi persawahaan, karena sungai yang terletak di pinggir sawah menjadi sempit, digunakan untuk jembatan perumahan.

Pujiyono, 37, warga Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing, mengungkapkan bahwa dengan adanya perumahan tersebut, tanah sawah di sekitarnya, tidak lagi bisa ditanami. Karena air sungai tak lagi bisa mengalir ke sawah di daerah sekitar.

Menurutnya, warga telah berulangkali protes ke pihak kepala desa agar pembangunan tersebut dihentikan dan petani kembali bekerja. Namun hingga kini belum direspon oleh kepala desa. “Kalau pembangunan tersebut terus dilanjutkan, tanah sawah kami akan mangkrak karena tidak mendapatkan aliran air dan tidak bisa dikelola,” ungkap Pujiyono.

Sedangkan Kepala Desa (Kades) Mentosari Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rahmad Suhadi, Minggu (2/5) siang kemarin, membenarkan jika pembangunan perumahan tersebut tidak memiliki izin. Pemilik lahan, Suyono warga Kabupaten Kendal, belum mengajukan permohonan izin kepada pihak desa.

“Rencananya dulu lahan tersebut akan digunakan untuk SPBE dan tidak akan merusak lingkungan sekitar. Tapi sekarang pengurugannya telah menutup sebagian irigasi sawah warga,” kata Rahmad.

Rahmad juga menandaskan bahwa pihak desa dalam waktu dekat akan memanggil pemilik lahan agar pembangunannya tidak mengganggu lingkungan sekitar dan tidak merugikan sawah milik warga. “Kabar terakhir, pemilik lahan akan mencalonkan diri sebagai Calon Bupati (Cabup) Kendal, jadi sulit untuk dihubungi. Tapi saya akan berusaha agar bisa bertemu beliau, agar semua bisa diselesaikan dengan baik,” tandas Rahmad.

Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modan dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT), Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, menegaskan bahwa pemilik lahan seluas 1 hektare di Desa Mentosari yang akan digunakan untuk perumahan tersebut belum memiliki izin. “Perumahan di Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing tersebut belum pernah mengajukan izin apapun. Besok kami akan tinjau ke lokasi. Jika menyalahi aturan, kami tindak tegas sesuai aturan,” tegas Sri Purwaningsih. (thd/ida)