Lana Fitria Saida. (FAiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)
Lana Fitria Saida. (FAiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)

BAGI Lana Fitria Saida, menulis merupakan hal menyenangkan. Selain memupuk kemahirannya mengungkapkan dalam bahasa tulis, gadis asal Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan itu mengaku, lewat menulis bisa mengabadikan keadaan.

Mahasiswi yang akrab disapa Lana itu mengaku, segala hal bisa menjadi sarana untuk mencari ilmu. Hal itu bergantung pada kepekaan masing-masing orang. “Kalau luang, saya menulis. Ada cerpen, puisi, esai. Dan itu menyenangkan sekali. Karena dengan menulis saya bisa mengabadikan keadaan,” tutur sosok pendiam ini.

Mahasiswi semester 8 Fakultas Ilmu Budaya Undip Semarang tersebut mengatakan, meski pendidikannya sempat terhenti lantaran keterbatasan biaya, semangatnya untuk terus maju perlu diacungi jempol.

“Keluarga memang kesulitan biaya. Tapi saya sudah bertekad untuk melanjutkan studi. Akhirnya ada tawaran beasiswa, saya ikut dan masuk,” timpalnya.

Di bangku perkuliahan, wanita kelahiran Pekalongan, 6 April 1992 ini juga aktif dalam organisasi kampus. Seperti Badan Eksekutif Mahasiswa dan Lembaga Pers Mahasiswa.

“Ilmu itu datangnya bisa dari mana saja, dari apa saja. Baik di dalam proses perkuliahan maupun di luar perkuliahan,” ujar mahasiswi yang juga menjadi salah satu aktivis pelestarian Gambang Semarang itu. (hil/ida)