TILANG PENGENDARA : Petugas Satlantas Polres Semarang melakukan Operasi Patuh Candi 2015 di Jalan Diponegoro Ungaran tepatnya di Benteng Willem. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TILANG PENGENDARA : Petugas Satlantas Polres Semarang melakukan Operasi Patuh Candi 2015 di Jalan Diponegoro Ungaran tepatnya di Benteng Willem. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Untuk menekan pelanggaran lalulintas, petugas Satlantas Polres Semarang setiap harinya ditarget menjaring 400 pelanggar lalulintas di jalan raya. Tidak hanya masyarakat umum, anggota kepolisian yang melanggar lalulintas juga akan ditindak tegas. Penindakan tersebut akan dilangsungkan selama Operasi Patuh Candi mulai 27 Mei-9 Juni 2015.

Kabag Ops Polres Semarang, Kompol Dax Emmanuelle Samson Manuputy mengatakan, Operasi Patuh Candi sasaran tindakan preemtif 20 persen, preventif 20 persen dan represif 60 persen. Sasarannya adalah pengendara kendaraan bermotor, termasuk anggota kepolisian dan keluarganya yang melanggar akan ditindak.

“Kami akan bekerjasama dengan instansi terkait seperti Dishub, Satpol PP dan TNI. Siapa tahu, ada anggota TNI yang juga melakukan pelanggaran lalu lintas,” tutur Kabagops.

Ditambahkan Kasat Lantas Polres Semarang AKP Yudha Widiatmoko mengatakan bahwa selama Operasi Patuh Candi berlangsung akan dilakukan penindakan bagi pelanggar lalulintas.

“Bukannya kami mencari-cari kesalahan pengendara. Penindakan ini dilakukan terhadap pengendara yang benar-benar melakukan kesalahan. Kami tidak akan mencari-cari kesalahan bagi pengendara bermotor. Persentase tindakan refresif 60 persen,” tutur Kasarlantas usai gelar pasukan Operasi Patuh Candi di Mapolres Semarang, Rabu (27/5), kemarin.

Selain itu, petugas Satlantas akan menerapkan jam larangan operasional truk pada pukul 05.00-08.00. Sebab jika truk berjalan pada jam sibuk di pagi hari, akan menyebabkan kemacetan dan memicu kecelakaan lalulintas. Sehingga truk baru boleh beroperasi setelah pukul 08.00.

“Jika ada truk yang melintas di jalan utama pada jam tersebut, akan ditilang. Silahkan parkir pada jam larangan tersebut, di pinggir jalan atau di kantong-kantong parkir yang ada agar tidak mengganggu pengguna jalan pada pagi hari,” ungkapnya.

Sementara itu Nuryanto, 29, warga Sumogawe, Getasan, Kabupaten Semarang yang sempat terjaring Operasi Patuh Candi di Jalan Diponegoro Ungaran mengaku pasrah karena telah melakukan pelanggaran tidak memiliki SIM. “Mau menghindar tidak bisa, akhirnya ya pasrah kena tilang. Saya memang belum membuat SIM. Setelah urusan ini selesai, saya akan buat SIM,” kata Nuryanto. (tyo/ida)