RICUH: Anggota Dalmas Polrestabes Semarang saat melakukan simulasi pengamanan mapolrestabes dari para pendemo. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RICUH: Anggota Dalmas Polrestabes Semarang saat melakukan simulasi pengamanan mapolrestabes dari para pendemo. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Ratusan massa tiba-tiba menyerang Mapolrestabes Semarang. Sambil berteriak-teriak, massa melempari barikade polisi menggunakan bungkusan berisi air. Massa kian garang berdatangan melakukan demonstrasi. Sejumlah polisi langsung menghalau massa yang berusaha merangsek masuk ke markas kepolisian tersebut.

Massa melampiaskan kemarahannya dengan membakar ban. Asap hitam membuat suasana semakin menegangkan. Puluhan polisi menyusun barisan pengamanan disusul mobil water cannon untuk menghalau massa. Begitu mobil water cannon menyemburkan air, massa yang didominasi ibu-ibu tersebut kocar-kacir dan pergi meninggalkan lokasi.

Adegan di atas terjadi saat simulasi pengamanan mapolrestabes oleh ratusan demonstran. Praktis, kegiatan tersebut pun menjadi tontonan warga yang melintas di lokasi. Aksi ibu-ibu tersebut justru meramaikan simulasi dan membuat suasana seperti demo sesungguhnya. Mereka sangat antusias ketika menghadapi pasukan Pengendali Massa (Dalmas) yang menggunakan perisai.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, mengatakan, simulasi pengamanan markas memang diperlukan untuk kesiapan anggotanya jika menghadapi hal serupa dalam tugasnya.

”Simulasi ini sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 16 tahun 2006. Masing-masing anggota, kabag, kasat, kasi sudah tahu apa yang harus diperbuat. Tahu posisi mana yang harus ditempati. Kita ini berlatih pengamananan markas,” terang Burhanudin.

”Bilamana eskalasi semakin besar, kita minta bantuan (Polda Jateng) untuk mem-backup,” tambahnya. (amu/aro/ce1)